Posted by PuJa on September 13, 2011
Theresia Purbandini Jurnal Nasional, 14 Sep 2008 ABDUL Hadi WM pernah melahirkan kumpulan puisi yang begitu pekat diwarnai pemikiran tasawuf Islam. Kumpulan puisi tersebut, Meditasi, memenangkan hadiah buku puisi terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1978. Lalu, bukunya yang juga banyak mendapat perhatian, Hamzah Fansuri, Penyair Sufi Aceh, melukiskan kecenderungan pemikiran sufistiknya.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on March 21, 2011
Theresia Purbandini Jurnal Nasional, 31 Agus 2008 BEN Sohib, penulis buku The Da Peci Code, mengatakan prosa Islami karya Hamka dan AA Navis mengandung nilai-nilai luhur, moral, etika yang baik sesuai dengan ajaran agama Islam. Namun sebuah prosa bernapaskan Islam tak melulu hanya berisikan ajaran agama Islam secara simbolik. Selama mengandung nilai-nilai yang sepaham dengan [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on December 23, 2009
Theresia Purbandini http://jurnalnasional.com/ Perjalanan hidup Danarto kaya dengan pengalaman di dalam dan di luar negeri. Selain sebagai sastrawan, ia dikenal juga sebagai pelukis, yang memang ditekuni sejak masa muda. Sebagai pelukis ia pernah mengadakan pameran di beberapa kota. Sebagai sastrawan ia juga pernah mengikuti program penulisan di luar negeri di antaranya di Kyoto, Jepang.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on March 8, 2009
Theresia Purbandini http://jurnalnasional.com/ Di tengah minimnya apresiasi terhadap dunia sastra, muncullah karya-karya sastra yang diciptakan oleh sastrawan-sastrawan yang eksis melalui dunia maya. Perspektif mereka sebagai sastrawan dihadirkan pada ruang-ruang situs dengan segala kemungkinan dan keberagaman yang mereka miliki.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on March 2, 2009
Theresia Purbandini http://jurnalnasional.com/ Lembaga pendidikan formal yang seharusnya memayungi kegiatan pembelajaran sastra di Indonesia nampaknya mengalami stagnansi. Sunu Wasono, Kepala Lektor Fakultas Pengetahuan Ilmu Budaya Universitas Indonesia menguraikan sastra di tingkat sekolah menengah dihimpit oleh sejumlah mata pelajaran yang tidak dapat dikatakan sedikit.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 31, 2009
Theresia Purbandini http://jurnalnasional.com/ Bendera demokrasi yang telah berkibar sejak tahun 1998 hingga kini belum mampu menggaungkan sastra di telinga masyarakat yang makin terjebak dalam deru arus modern. Namun dunia sastra yang masih minim perhatian dan kurang diperhitungkan, dewasa ini makin menggeliat di sejumlah kolom-kolom koran daerah maupun nasional.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 27, 2009
Theresia Purbandini http://jurnalnasional.com/ Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, kiranya benar pepatah itu adanya. Karena dari negeri panda tersebut, banyak ilmu pengetahuan yang bisa diserap. Misalnya saja pepatah yang sarat akan arti dan makna. Belum lagi nilai sastra yang dibuat oleh para pujangga terdahulu. Karya-karya sastra Indonesia-Tionghoa dianggap oleh salah satu kritikus sastra, Maman S [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on January 12, 2009
Theresia Purbandini http://jurnalnasional.com/ Sastra Indonesia bagai dihantui oleh sejarah sastranya. Pernyataan itulah yang dilontarkan Nirwan Dewanto yang mengakibatkan kesusastraan Indonesia terus bertempur di medan peperangan sendirian dan berpangkal pada ketinggalan dari pergaulan dunia sastra luar.
Filed under: Esai