Perjuangan Kata

Tito Sianipar
korantempo.com, 10 Des 2007

Romo Mudji meluncurkan kumpulan puisi dan album musikalisasi puisi karyanya.

Mudji Sutrisno duduk di sebuah bangku di atas panggung setinggi kurang dari satu meter. Mengenakan sandal dan pakaian serba hitam, ia membacakan puisinya berjudul Surat. Puisi tentang bencana gempa Yogyakarta itu terasa semakin dramatis dengan diiringi petikan gitar oleh Ahmad Mudjid serta nada dan tempo dari keyboard yang dimainkan Ai Soedjadi. Continue reading “Perjuangan Kata”

Puisi Cinta Deavies Matahari

Tito Sianipar
tempointeraktif.com

Latar panggung berupa layar lebar menampilkan gambar api yang menyala hebat. Di sisi lain panggung, dipasang tiga panel lukisan minimalis berukuran 2 x 3 meter bergambar batang pohon yang tinggal ranting dengan daun yang minim. Di tengah panggung, enam penampil yang mengenakan pakaian fit to body ketat berwarna hitam dibalut kain putih memainkan berbagai alat musik. Continue reading “Puisi Cinta Deavies Matahari”

Sastra Perang Bagian dari Sejarah

Tito Sianipar
tempointeraktif.com

Sejarawan Asvi Marwan Adam mengatakan karya-karya sastra yang mengangkat latar perang dapat digolongkan menjadi bagian dari sejarah. Menurut Asvi, terdapat kesamaan unsur-unsur sejarah dengan karya sastra.

Asvi menolak anggapan ahli sejarah Kuntowidjojo bahwa sejarah berbeda dengan karya sastra. Dimana menurut Kuntowidjojo sejarah berbeda dalam hal cara kerja, kebenaran, hasil keseluruhan, dan kesimpulannya. “Pembedaan oleh Kuntowidjodo itu masih bisa diperdebatkan,” ujarnya dalam diskusi Sastra dan Perang di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (5/12) lalu. Continue reading “Sastra Perang Bagian dari Sejarah”

Gelas Merah

Tito Sianipar
tempointeractive.com

Sebanyak 21 gelas merah berbaris membentuk sudut 30 derajat. Di ujungnya, bagian sudut, empat ekor capung berbagai warna hinggap di bibir gelas. Sementara itu, satu ekor capung lainnya baru muncul dari lubang. Capung-capung bercengkerama satu sama lain.

Itu adalah salah satu lukisan karya I Wayan Sujana yang berjudul Lorong Pertemuan. Bersama 14 lukisan lainnya, lukisan berukuran 180 x 145 sentimeter itu dipamerkan di Artsphere Galeri, Jakarta, 13 Desember hingga 12 Januari. Pameran itu diberi tajuk “Transparency”. Continue reading “Gelas Merah”