Diam sebagai Puncak Perlawanan

Tjahjono Widarmanto
http://www.suarakarya-online.com/

“Kita telah melawan,
Nak, Nyo, sebaik-baiknya,
sehormat-hormatnya”

Perempuan itu bernama Nyai Ontosoroh ia telah melakukan perlawanan hampir sepanjang hidupnya. Perlawanan melawan nasib dantakdirnya. Dengan penuh kesadaran mencoba mengubah nasibnya melawan berbagai kemungkinan. Saat nasib mengantarkannya menjadi gundik Mellema, seorang amtenar Belanda ia hanya pasrah menerima takdirnya. Baca selengkapnya “Diam sebagai Puncak Perlawanan”

Sastra dan Ideologi Nasionalisme

Tjahjono Widarmanto
Seputar Indonesia, 14 Nov 2010

OBJEK semua karya sastra adalah realitas. Griffith menegaskan bahwa sastra merupakan ungkapan dari pribadi yang menulisnya.

Kepribadian, perasaan, respons, pandangan hidup atau keyakinan pengarang akan selalu mewarnai karya yang diciptakannya. Ideologi sebagai sebuah sistem berpikir normatif yang diyakini pengarang, secara langsung maupun tak langsung, sadar maupun tak sadar, akan memengaruhi karya sastra. Baca selengkapnya “Sastra dan Ideologi Nasionalisme”