Tag Archives: Tjahjono Widarmanto

Diam sebagai Puncak Perlawanan

Tjahjono Widarmanto
http://www.suarakarya-online.com/

“Kita telah melawan,
Nak, Nyo, sebaik-baiknya,
sehormat-hormatnya”

Perempuan itu bernama Nyai Ontosoroh ia telah melakukan perlawanan hampir sepanjang hidupnya. Perlawanan melawan nasib dantakdirnya. Dengan penuh kesadaran mencoba mengubah nasibnya melawan berbagai kemungkinan. Saat nasib mengantarkannya menjadi gundik Mellema, seorang amtenar Belanda ia hanya pasrah menerima takdirnya.

Sastra dan Ideologi Nasionalisme

Tjahjono Widarmanto
Seputar Indonesia, 14 Nov 2010

OBJEK semua karya sastra adalah realitas. Griffith menegaskan bahwa sastra merupakan ungkapan dari pribadi yang menulisnya.

Kepribadian, perasaan, respons, pandangan hidup atau keyakinan pengarang akan selalu mewarnai karya yang diciptakannya. Ideologi sebagai sebuah sistem berpikir normatif yang diyakini pengarang, secara langsung maupun tak langsung, sadar maupun tak sadar, akan memengaruhi karya sastra.

Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto

http://www.suarakarya-online.com/
CATATAN HARIAN 1

kupetik awan tanpa rembulan
menaburkan mantra
di empat mata angin
hujan pun turun
kota basah
pada rintiknya
kucari barangkali
wajahMu ter selip
di sana : sia-sia!

Sajak-Sajak Tjahjono Widarmanto

http://www.lampungpost.com/
Kucari Sebuah Alamat
*) mengenang nenek

kucari sebuah alamat
tempat wangi semerbak rambutmu berhembus
tersenyum pada gerimis
menari untuk bumi
kucari lewat bermil-mil arus sungai
dan tiupan angin berderai

Penyair-penyair Jawa Timur Terabaikan

Catatan Kecil dari Festival Puisi Internasional
Tjahjono Widarmanto
14 Mei 2002, Kompas Jawa Timur

SEBUAH pesta kebudayaan baru saja lalu. Selama dua minggu, dari tanggal 1-13 April 2002, di tiga kota di Indonesia (Bandung, Surakarta, dan Makassar) digelar sebuah acara baca puisi antarbangsa yang diberi tajuk Festival Puisi Internasional Indonesia 2002. Festival ini melibatkan 45 penyair dari delapan negara, yaitu empat negara Eropa (Jerman, Belanda, Austria, dan Irlandia), tiga negara Asia (Jepang, Malaysia, dan tuan rumah Indonesia), serta satu negara Afrika (Afrika Selatan).