Tag Archives: Tjahjono Widijanto

Kwatrin Ringin Contong: Kehendak Menggenggam Dua Kosmologi

Tjahjono Widijanto

Dengan bisik isyarat alam mengucap amanat.
Makna riang atau dingin menanti arah angin.
Pundak penyair memanggul bahasa berabad.
Menera zalim serta benderang akal dan batin.

(“Sebelum Perjalanan”, Binhad Nurrohmat)

Jepang dari Syibumi, Tsunami, dan Teks Sastra

Tjahjono Widijanto
Suara Karya, 29 Juni 2013

Jepang adalah sebuah dunia yang penuh paradoksal. Di Jepang, teknologi yang demikan canggih bersilang sengkarut dengan kesemestaan, dimana mesin bersanding mesra dengan laut dan danau. Nun di sana pula kekerasan dan kelembutan berkelindan, kesunyian dan keramian dapat bersintesa, alam suatu saat dapat dikendalikan teknolgi sekaligus kesadaran persatuan manusia dengan alam yang tak kikis oleh zaman.

Rekonstruksi Sejarah dalam Teks Sastra

Tjahjono Widijanto *
http://www.infoanda.com/Republika

Sastrawan sebagai kreator senantiasa berada pada dua titik ketegangan. Satu titik ia tidak dapat hidup di luar kenyataan, di titik yang lain ia tidak dapat menerima kenyataan. Teks sastra akibatnya harus hadir sebagai sebuah proses yang pada waktu bersamaan bersifat mengagungkan sekaligus mengingkari.

Karya sastra menjumpai pembaca untuk menyajikan sebuah realitas ideologis dengan merujuk pada realitas kongkret yang dialami oleh pengarang dan masyarakat pembacanya. Bisa jadi realitas ideologis merupakan counter atau tandingan dari realitas kongkret yang sedang terjadi.

Sajak-Sajak Tjahjono Widijanto

http://www.infoanda.com/Republika
MENJELANG KEBERANGKATAN YANG TERTUNDA

ada seribu tanda tanya menghujam di benak
ketika mendung lindap mengendap atas kota
setia menemani saat sendiri
menjelang keberangkatan yang tertunda
tak tahu mana yang mesti dialunkan:
kinanti, megatruh atau durma?

Puisi-Puisi Tjahjono Widijanto

http://www.jawapos.com/
Lukisan Perempuan di Museum Blanco

debu berebut merajam waktu
aku terpenjara mata perempuan
semata perempuan dalam kanvasmu
mata yang menari entah dalam irama
gamelan, jazz, bosanava atau salsa.
mata yang samar serupa kabut
memucat pada lembar biografi
mefosil dalam geletar ingatan