Puisi Kontemporer, Antara Amir dan Chairil

Tjahjono Widijanto *
Republika, 13 Apr 2008

Seperti halnya sejarah, sastra juga mengenal mitos. Mitos dalam sastra ibaratnya perambah jalan sekaligus memberikan ruang kosong bagi generasi selanjutnya. Sebaliknya, seorang kreator, apapun genre yang dimasukinya tidak dapat melepaskan dirinya sebebas-bebasnya dari jejak-jejak pendahulunya yang ikut menyediakan jalan untuk dilaluinya. Continue reading “Puisi Kontemporer, Antara Amir dan Chairil”

Jepang dari Syibumi, Tsunami, dan Teks Sastra

Tjahjono Widijanto
Suara Karya, 29 Juni 2013

Jepang adalah sebuah dunia yang penuh paradoksal. Di Jepang, teknologi yang demikan canggih bersilang sengkarut dengan kesemestaan, dimana mesin bersanding mesra dengan laut dan danau. Nun di sana pula kekerasan dan kelembutan berkelindan, kesunyian dan keramian dapat bersintesa, alam suatu saat dapat dikendalikan teknolgi sekaligus kesadaran persatuan manusia dengan alam yang tak kikis oleh zaman. Continue reading “Jepang dari Syibumi, Tsunami, dan Teks Sastra”