Di Ambang Jendela

Ulfatin Ch
http://www.suarakarya-online.com/

Setiap pagi, lelaki itu selalu muncul diambang jendela. Matanya yang bulat dan tajam dibalik kaca mata hitam berputar ke sana kemari bagai lampu mercusuar mengintai setiap kapal melintas pelabuhan.

Semua yang ada di depannya seperti tak terlewatkan dari tatapannya. Tidak juga dengan diriku. Ketika kubuka pintu di pagi hari dan memulai tanganku memainkan sapu lidi membersihkan halaman rumah, aku selalu melihat lelaki itu juga sudah diambang jendela menatapku bagai serigala menatap musang. Aku tak banyak mengetahui tentang lelaki itu, setidaknya untuk sementara waktu. Continue reading “Di Ambang Jendela”