Belajar Bersastra dari Seorang Umbu

Willem B Berybe
http://kupang.tribunnews.com/

SEBUT nama Umbu, paling tidak bagi masyarakat Flobamora, langsung teringat akan sebuah pulau yang terletak di selatan wilayah Propinsi NTT yaitu Sumba. Mengapa? Etnik Sumba dengan marga (fam) Umbu berasal dari sana. Dari sekian nama Umbu salah satunya adalah Umbu Landu Paranggi, pria kelahiran Sumba 10 Agustus 1943, dan dikenal sebagai penulis puisi Indonesia. Continue reading “Belajar Bersastra dari Seorang Umbu”

Umbu dan Bali

Wayan Budiartha *
http://www.kompasiana.com/budiartha

Bosan sebagai presiden penyair di Jogja Umbu Landu Paranggi lalu pindah ke Bali sekitar tahun 75. Bersama Gerson Poyk, Ki Nurinwa dan belasan penyair angkatan tahun 70an Umbu menggiatkan dunia kepenyairan Bali. Padahal di Jogja nama besarnya sudahpun sejajar dengan Ebiet G Ade, Emha, atau dengan yang di Jakarta seperti Sutarji dan sederetan nama besar lainnya. Continue reading “Umbu dan Bali”

Pertemuan Dua Presiden Penyair

Salyaputra
cetak.kompas.com

PERTEMUAN Sutardji Calzoum Bachri dan Umbu Landu Paranggi boleh jadi hal yang lumrah saja. Namun, mengingat peran dan mitos mereka selama ini sebagai tokoh perpuisian Indonesia, tak pelak perjumpaan dua sahabat lama ini mengandung sekian kemungkinan arti dan juga tafsir tersendiri: sebuah kilas balik sekaligus refleksi akan kehidupan susastra Indonesia di masa depan. Continue reading “Pertemuan Dua Presiden Penyair”

Umbu Landu Paranggi dan Sebuah Gagasan Sederhana

Kamaluddin Ramdhan
http://sosbud.kompasiana.com/

?Kamu boleh mengidolakan seseorang, tapi jadilah dirimu sendiri?

Itu adalah salah satu kata yang pernah keluar dari seseorang bernama Umbu Landu Paranggi. Umbu Landu Paranggi yang dikenal sebagai sosok misterius ini memang sangat disegani oleh ?gembel-gembel intelektual? Malioboro. Emha Ainun Najib adalah salah satu penyair dan budayawan yang sangat mengidolakan beliau. Saking berpengaruhnya sebagai bapak sastra di kawasan Malioboro sehingga beliau mendapatkan gelar ?Presiden Malioboro?. Continue reading “Umbu Landu Paranggi dan Sebuah Gagasan Sederhana”