Tag Archives: Usman Arrumy

Puisi-Puisi Usman Arrumy

Suara Merdeka 17 Mei 2015
SENANDIKA KAMA

Setiap kali aku menghadapi puisi
Aku ingat dirimu yang menyimpan ketabahan bumi

Melalui gunung aku tahu cara merenung
Lewat lembah aku diajari cara merendah
Dan angin terus berhembus, mengelus segala yang aus
seolah membimbing bagaimana cara mencintai dengan tulus

TIGA CATATAN UNTUK BUKU MANTRA ASMARA

M.S. Arifin

[1]
Mantra Asmara: ‘Us(ma)n Arrumy dan (M.A) yang Merah’

Mantra Pembuka
Mendedahkan tinta, melumerkan rasa, menitipkan makna pada penggal kata, itulah menulis. Ia adalah kegiatan untuk meragukan sesuatu dengan berdasar keyakinan akan sesuatu. Menulis adalah upaya uzlah dari keramaian kata-kata menuju kesunyian rasa.

Sita

Usman Arrumy *

Dengan menyebut nama cinta, yang dengannya Manusia dapat merasakan Tuhan hadir dalam setiap desir. Aku berlindung dari kebencian dan dendam yang menjerumuskan.

Alif laam miim. Cinta itu, tidak ada keraguan di dalamnya. Petunjuk bagi mereka yang setia melaksanakan perintah kekasihnya. Yaitu mereka yang mempercayai kenangan, menegakkan rindu, dan menyerahkan hatinya.

Tanda sebagai Definisi Cinta

Usman Arrumy

Seorang lelaki yang murni akan selalu bersikap tidak rela jika ia hidup tanpa pernah merasakan cinta, dan baiknya ia terus bertahan sekaligus memperjuangkan sikapnya sampai ke maqom supra-rasional– ke suatu tempat yang tak tersentuh oleh intelektualitas.

Mencurigai Puisi

Usman Arrumy

Puisipuisi yang kutulis sewaktu silam, ternyata kupahami sebagai puisi yang bukan sungguhan. Ia, hanya coretan tanpa makna. dengan menjunjung tinggi keindahan ber-kata ternyata belum cukup untuk di vonis sebagai Puisi.

Puisi-Puisi Usman Arrumy

KELOPAK RINDU

kau ricau rindu yang meracau risau
tajam menghunjam selancip pisau

kerakau kenang dalam kuncup hidup
menggali jantungmu dengan derap degup

kau kelopak cinta yang terkepak bebas
ranum seharum kuntum bebunga