Tag Archives: UU Hamidy

HJ, Pengasah Permata Budaya Melayu, Telah Berangkat Tanpa Beban

UU Hamidy
http://www.riaupos.co/

Hasan Junus pengarang Riau yang piawai telah berangkat menghadap Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia telah berangkat dalam keadaan tenang dan damai. Hasan Junus mendapat julukan Pena yang Tak Pernah Kering karena dialah satu-satunya pengarang Riau yang tiada mengenal lelah dalam menulis. Penanya bergerak lebih cepat daripada gerak langkahnya.

Hasan Junus, Pena yang Tak Kunjung Kering

untuk mengenang Hasan Junus
UU Hamidy
http://www.riaupos.co/

1. Pewaris Darah Pengarang
Kalau ada pengarang kreatif di Riau tidak mengenal nama Hasan Junus, maka akan diragukan kepengarangannya. Betapa tidak, sebab tokoh yang kita ketengahkan ini, sudah mengharu-biru belantara dunia kreatif di Riau. Mulai dari Kepulauan Riau (Tanjungpinang) sampai ke daratan Riau (Pekanbaru).

Tradisi Bual dalam Belantara Budaya Melayu di Riau

UU Hamidy *
http://www.riaupos.co/

Keraguan Nilai
Mendengar kata “bual” mungkin ada orang membayangkan sesuatu perbuatan yang kurang baik. Dari kata “bual” dia membayangkan pembual, yang sering disamakan dengan perbuatan yang suka berbohong.

Hal itu tidak dinafikan. Jangankan kata “bual”, kata-kata lain yang membayangkan perbuatan baik pun dapat disalahgunakan.

Syair Burung Nuri: Cinta yang Kandas

UU Hamidy
Riau Pos, 8 Mei 2011

Cinta dan Puisi

Syair dan juga hikayat dalam dunia Melayu Nusantara sebagian telah digubah berdasarkan peristiwa nyata dalam kehidupan. Hanya saja, karena sudah dalam bentuk karangan seni yang dijalin dengan kekuatan imajinasi, maka gambaran yang dipantulkannya lebih mengutamakan nilai estetik daripada nilai kenyataan. Begitulah, beberapa kenyataan peristiwa cinta yang dialami manusia dalam jalan hidupnya, juga sudah disyairkan.

Pemimpin Belalang di Negara Garuda

UU Hamidy
http://riaupos.co.id/

Di mana tak ada elang, Akulah elang kata belalang Metafor Melayu tiap bahasa punya keistimewaan nya masing-masing. Keistimewaan itu terletak pada sistemnya.

Karena itu dapat dikatakan tidak ada bahasa yang benar-benar sama bentuk dan sifatnya dengan bahasa lain.