Tag Archives: Wan Anwar

Pengembara Kata, Selatan Tenggara

Wan Anwar

kulitnya coklat lamekongga
matanya teduh pantai kolaka
tatapnya gerhana bulan
bahasanya selatan tenggara
pabila aku berlabuh di dermaga kolaka.
(Wondulako, Lamekongga)

Sajak “Wondulako, Lamekongga” menghadirkan gambaran tekstual suatu realitas di suatu gugus (daerah) Sulawesi Tenggara yang dihuni masyarakat petani (cokelat, kelapa, buah-buahan) sekaligus masyarakat pelabuhan (dermaga kolaka).

KENDARI DAN NEGOISASI DIRI *

Wan Anwar **

Perkenalan saya dengan hal ihwal Kendari masih amat terbatas. Dua kali menginjakkan kaki di Kendari (dan Raha) jelas tidak cukup untuk mengenal dan apalagi memahami Kendari (manusia, masyarakat, alam, sejarah, dan kebudayaannya). Meski demikian beberapa kenangan melekat dalam ingatan. Itu cukuplah membuat Kendari menjadi suatu tempat khusus dalam diri saya. Kenangan itu sebagian bersifat pribadi, sebagian lagi menyangkut kemasyarakatan dan kebudayaan.