Tag Archives: Wawancara

Tentang Pencemaran Nama Baik: Sebuah Wawancara

Saya Arpan Rachman menulis untuk globalvoices.org. Saya ingin mewawancarai Anda terkait kejadian yang Anda alami. Kalau tidak keberatan, sudilah Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

Arpan Rachman (AR):
Anda digugat dalam kasus pencemaran nama baik karena komentar Anda di Facebook. Apakah Anda pikir gugatan ini masuk akal?

Kusprihyanto Namma dalam Djoernal Sastra Boemipoetra

Wawancara dengan Kusprihyanto Namma “MENYEMAI SAWAH KEBUDAYAAN”
Dimuat Djoernal Sastra Boemipoetra, edisi Oktober-Desember 2009

Sekitar tahun 1994-1997 nama Kusprihyanto Namma sempat melesat pesat menjadi bintang sastra, mengambil perhatian peminat kesusastraan Indonesia. Kus yang merupakan tokoh Revitalisasi Sastra Pedalaman (RSP) kemudian tenggelam bagai di telan bumi. Kini Kus mengajar ana-anak di MAN Ngawi. Dari pagi sampai jam 13.00 kegiatan intra.

Faruk HT: Sastra Bukan Tempat Sunyi Lagi

Wawancara bersama Faruk H.T.
Sariful Lazi
sarifulpenyair.blogspot.com

Sastra Islami dalam beberapa tahun belakang ini sedang laku keras. Apakah fenomena sastra islami akan mengukuhkan genre yang kuat dalam dunia sastra Indonesia atau sekadar tren?

Dr. Faruk, S.U., kritikus Sastra Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai sastra islami sebagai karya populer. Yang disebut sastra populer di Indonesia, kata Faruk, agak mungkin menjadi sastra islami. Islam itu pasar. Ini bagian dari proses besar komoditifikasi agama.

Ramadhan KH, Perjalanan Mengarifi Kehidupan

Zulfikar Fu’ad
Lampung Post, 30 Maret 2003

SENJA mulai tampak dari wajahnya. Kerut-merut dahinya membentuk bidang garis bertingkat. Flek-flek yang bertebaran di muka menyokong tengara kesepuhan yang paling diwakili rambut memutih. Ramadhan K.H. (76), sebuah nama yang kondang dengan karya-karya tulis monumentalnya. Sebuah nama yang hanya dipisahkan dinding tipis dengan mantan Presiden Soeharto, meskipun secara fisik sangat jauh.

Goenawan Mohamad: “MANIKEBU TIDAK RELEVAN LAGI”

A. Kurnia
http://komunitassastra.wordpress.com

Di bawah ini adalah petikan wawancara tertulis yang saya lakukan dengan Goenawan Mohamad, yang jawabannya saya terima pada tanggal 25 Agustus 2007 lalu. Rencananya akan saya gunakan sebagai bahan tesis saya, akan tetapi petikan wawancara ini saya kira bemanfaat untuk dibaca, mengingat debat ramai di beberapa mailing list di internet akhir-akhir ini.