Tag Archives: Widdy Apriandi

Sastra, Djenar Maesa Ayu, “Dugaan” Feminisme Pula

Widdy Apriandi
http://penulismuda.com/

Nama saya Nayla. Saya perempuan, tapi tidak lebih lemah dari laki-laki. Karena, saya tidak mengisap puting payudara ibu. Saya mengisap penis ayah. Dan saya tidak menyedot air susu ibu. Saya menyedot air mani ayah…. (Djenar Maesa Ayu, Menyusu Ayah)

Prolog…

Menulis sastra, kemudian menulis essay tentang sastra, jelas merupakan dua hal yang sama sekali berbeda. Bicara pengalaman (experience), “rasa”, sensasi…keduanya (relatif) memiliki dimensi penekanan yang tidak ekuivalen.