Serdadu Tua dan Jipnya

Wilson Nadeak
Kompas, 29 Apr 2007

Sudahlah! Kita hidup dengan gaji kita saja. Tidak perlu pikirkan macam-macam. Usia kepala tujuh bukanlah saat yang tepat untuk merawat mobil tua. Kuno lagi. Onderdil jip itu pun sukar dicari. Biarlah kami menikmati masa tua, Pak. Kulihat kau selalu risau dengan kendaraan itu. Sebentar-sebentar pergi ke tempat anak kita dan memintanya supaya memperbaikinya. Sayang anak kita menghabiskan waktu untuk memperbaiki mobil itu. Continue reading “Serdadu Tua dan Jipnya”

Sastra Sunda di Mata Seorang Batak

Wilson Nadeak *
cetak.kompas.com

Ketika Shahnon Ahmad (sastrawan Malaysia) memberi ceramah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sekitar tahun 1970-an dalam pertemuan sastrawan Indonesia, Rustandi Kartakusumah yang duduk di sebelah kanan saya tiba-tiba berdiri dan berkata dengan lantang, “Jika Anda ingin mengetahui sastra dunia, pelajarilah sastra Sunda!” Shahnon yang agak terkejut lantas bertanya, “Anda siapa?” “Saya Rustandi Kartakusumah.” “Oh, sama dengan nama anak saya!”. Continue reading “Sastra Sunda di Mata Seorang Batak”

Maut

Wilson Nadeak
kompas.com

USIR burung itu!” terdengar suara agak keras dari kamar. WWW WIstriku dan aku sedang mendengar warta berita terakhir malam itu. Untuk kedua kalinya terdengar lagi seruan itu. Mungkin istriku menyangka itu bagian dari berita atau barangkali ia terkejut menyangka ada sesuatu yang terjadi karena ia menyaksikan televisi antara sebentar mengantuk sebentar terbangun. Ia memandang padaku. Continue reading “Maut”