Debat Sastra Berujung Pidana?

Yohanes Sehandi *
Flores Pos (Ende), 14 Apr 2015).

Akhir Maret 2015 lalu, sejumlah media massa di tanah air, baik media cetak maupun elektronik dan media online, ramai memberitakan penjemputan paksa sastrawan Saut Situmorang oleh tiga orang polisi dari Polres Jakarta Timur, terkait kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan sastrawan Fatin Hamama. Saut dijemput paksa di rumahnya di Yogyakarta, karena dua kali dipanggil penyidik tidak datang. Continue reading “Debat Sastra Berujung Pidana?”

MENGENANG WS RENDRA, Penghayatan Cinta Rendra kepada Allah

Musa Ismail *
riaupos.co

SIAPA yang tidak mengenali Rendra? Beliau bernama Willybrordus Surendra Bhawana Rendra Brotoatmojo. Sastrawan besar yang biasa disapa W.S. Rendra itu lahir di Kampung Jayengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 7 November 1935, pukul 17.05 WIB. Ayahnya bernama Raden Cyprianus Sugeng Brotoatmojo. Ibunya, Raden Ajeng Ismadillah. Pendidikan SMA Rendra di kampung kelahirannya. Willy—begitu sapaan akrabnya—masuk Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, UGM, dan meraih gelar Sarjana Muda (B.A). Pada 1964 hingga Agustus 1967, Rendra berada di Amerika Serikat. Di sana, ia belajar di American Academy of Dramatic Arts. Continue reading “MENGENANG WS RENDRA, Penghayatan Cinta Rendra kepada Allah”

Mastodon dan Burung Kondor, Kisah Penyair di Tengah Geliat Revolusi

Sinar Harapan, 12 Agu 2011

Naskah drama kepunyaan WS Rendra yang berjudul Mastodon dan Burung Kondor kembali dipentaskan selama empat hari sampai 14 Agustus 2011 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Setelah kali pertama dipentaskan pada 1973, naskah itu kini dimainkan Ken Zuraida Project di bawah arahan sutradara Ken Zuraida, salah satu pengelola Bengkel Teater sekaligus istri mendiang Rendra. Continue reading “Mastodon dan Burung Kondor, Kisah Penyair di Tengah Geliat Revolusi”