Mencari Jawab Menjaga Kegelisahan (Sastra) Multikultural Kita *

Yonathan Rahardjo
http://www.facebook.com/notes/wahyu-hariyanto/

“Booming” multikulturalisme (pertama kali diistilahkan pada 1957 di Swiss, masuk Kanada 1960, lalu menyebar ke negara-negara berbahasa Inggris, Eropa, Amerika dan seluruh dunia sampai kini) menggiring begitu banyak penulis kita mengaitkan sastra dan multikultural sebagai bagian yang terpisahkan guna menjadi pijakan pemikiran (yang dapat diubah dengan kata-kata dalam sastra) untuk mengatasi masalah-masalah ketegangan antar suku, ras, agama dan antar golongan yang sesekali meletup dan kadang ada yang meledak (meski berbagai instrumen jaminan kebhinekaaan diwujudkan) mendirikan bulu kuduk. Baca selengkapnya “Mencari Jawab Menjaga Kegelisahan (Sastra) Multikultural Kita *”

Kekuatanku

Yonathan Rahardjo
http://www.suarakarya-online.com/

“Tidak masalah teruslah pakai.”
Mendengar kata-kata itu aku tersenyum di sudut bibirku terbentuk pusaran masuk orang bilang ini ciri pipiku.
“Pak Haji yang di depanku memang bijak ia tahu nilai-nilai kemanusiaan,” perasaanku mekar bunga.
Begitu berdiri langkah kakiku terasa ringan.
“Terima kasih sekali, Pak Haji,” aku menyerongkan badan, wajah yang disinari sedikit rasa senang mulai berpijar. Baca selengkapnya “Kekuatanku”

Anak Wali Kota

Yonathan Rahardjo
http://www.suarakarya-online.com/

Ketika malam turun, mentari lari dari wajah belahan bumi. Udara mencekam dalam dingin, sapuan angin mengusir debu jalanan. Bahkan bis kota pun ketakutan, mereka masuk gubuk reyot, ada yang masuk kelambu merah. Bajai terseok-seok menyuruk kali, becak terbang ke bui. Tentu saja asap knalpot terbirit-birit dihembus udara lancang.
“Tidurlah malam hari, dengan jendela terbuka, agar angin malam membisikkan kenangan indah bagimu,” katanya. Baca selengkapnya “Anak Wali Kota”