Tag Archives: Yudi Latif

Sisi Nasionalis Natsir

Yudi Latif
Kompas, 16 Juli 2008

ADA saatnya kepentingan dan ideologi sektoral berhenti ketika kepentingan nasional yang lebih besar harus dimulai.

Dalam mosi integralnya di depan parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS), Mohammad Natsir berkata, ”Hanya dengan mengambil inisiatif kembali, yang telah dilepaskan oleh pemerintah selama ini, dapat diharapkan bahwa pemerintah terlepas dari posisi defensifnya seperti sekarang.

Saatnya Muliakan Keberaksaraan

Yudi Latif*
Kompas, 26 Juli 2008

DEMOKRASI tak bisa berumah di angin. Triliunan uang terkuras, berbilang institusi tiruan dicangkokkan, dan pelbagai prosedur baru digulirkan tak membuat rakyat kian berdaya secara politik. Perangkat keras demokrasi memang berhasil dipoles, tetapi perangkat lunaknya masih berjiwa tirani. Demokrasi berjalan dengan meninggalkan sang ”demos” (rakyat jelata), seperti Malin Kundang yang melupakan ibunya sendiri.

Daya Kata, Darah Kebangkitan

Yudi Latif*
http://cetak.kompas.com/

Perjuangan kebangkitan itu bermula dari tanda. Tanda baru yang menarik garis batas antara masa lalu dan masa depan, tanda baru yang memberi tenaga pada hidup, tanda baru yang memberi orientasi ke arah mana sumber daya harus dikerahkan.

Kata dan bahasa adalah rumah tanda. Karena tidak ada kemungkinan mengada di luar bahasa, kata/bahasa pun menjadi rumah kehidupan. Meminjam Martin Heidegger, ?Language is the house of being.?

Sastra dan Spiritualitas (1)

Yudi Latif
http://www.kompas.com/

Heaven and earth will pass away, but my words will never pass away (Mark 13: 31)
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam
(Al-Qur?an 96: 3-4)

Al-Qur?an menyebutkan bahwa hal pertama yang diajarkan Tuhan kepada manusia adalah kata/nama (QS 2:31) dan kalam (QS 96: 4). Senada dengan itu, kita temukan ungkapan dalam Bible seperti ini, ?Pada mulanya adalah Kata, dan Kata adalah Tuhan. Juga dikatakan bahwa ?Kata adalah Cahaya, dan ketika cayaha itu fajar, seluruh penciptaan mewujud?.

Sastra dan Spiritualitas (2)

Yudi Latif
http://www.kompas.com/

Sastra-Tulis dan Spiritualitas
Ketika tradisi lisan beralih ke tradisi tulisan, para mistikus dan penulis kreatif terus berusaha mempertautkan bahasa jiwa sebagai vibrasi dari semesta ini. Mereka mencoba menangkapnya dengan menerjemahkan dari bidang pengalaman dan ujaran ke bahasa tulis. Sejak itu, para pencari dan penganut keyakinan berusaha menulis dan mencari literatur spiritualitas untuk menemukan makna dan wawasan (insight). Penulisan kreatif dan literatur berperan penting dalam semua tradisi agama sebagai ekspresi dari ketuhanan.