Tag Archives: Yuyuk Sugarman

Gus Mus: Jadikan Kebudayaan sebagai Panglima

Yuyuk Sugarman
Sinar Harapan, 5 Okt 2013

“Bangsa ini tidak kreatif,” kata Kiai Haji Musthofa Bisri atau yang biasa dipanggil Gus Mus, saat membuka pameran lukisan Nasirun, Selasa (1/10) malam.

Ketika zaman Bung Karno, politik dijadikan panglima. Setelah itu, di era Soeharto, ekonomi dijadikan panglima. Kini, politik kembali dijadikan sebagai panglima.

Mengkritik Pendidikan dan Karakter Para Guru

Pameran Seni Visual ?Guru Oemar Bakrie?
Yuyuk Sugarman
http://www.sinarharapan.co.id/

Dunia pendidikan kita tengah mengalami peluruhan dalam upaya membangun dan membentuk karakter manusia Indonesia yang beradab serta berakal budi.

Banyak hal tentunya yang menyebabkan peluruhan ini. Ada yang menuding ini akibat sistem pendidikan ataupun kurikulum. Ada juga yang berpendapat ini akibat kualitas dan kesejahteraan guru yang tak diperhatikan. Selain itu, dilatarbelakangi juga oleh fasilitas sekolah yang sangat minim.

Akhirnya, Kuntowijoyo Berjalan di Atas Mega

Yuyuk Sugarman
sinarharapan.co.id

“Sebagai hadiah, Malaikat menanyakan apakah aku ingin berjalan di atas mega dan aku menolak karena kakiku masih di bumi sampai kejahatan terakhir dimusnahkan sampai dhuafa dan mustadhafin diangkat Tuhan dari penderitaan”
(Dipetik dari kumpulan puisi Daun Makrifat, Makrifat Daun, yang ditulis Kuntowijoyo pada 1995).
***

Sarimin Maunya Jujur Malah ?Ajur?

Pentas Monolog Butet Kartaredjasa

Yuyuk Sugarman
http://www.sinarharapan.co.id/

YOGYAKARTA ? Kartu Tanda Penduduk (KTP) bukan persoalan yang gampang. Menemukan KTP orang yang tercecer di jalan pun bisa menjadikan buntung.

Persoalan itulah yang diangkat Butet Kartaredjasa dalam monolog ?Sarimin? karya Agus Noor yang dipentaskan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 14 s/d 18 November, pukul 20.00 WIB. Penampilan Butet ini merupakan bagian dari Art Summit Indonesia V 2007.