Naya

Zurnila Emhar Ch
http://www.riaupos.com/

Naya kembali merapatkan jaketnya. Angin malam begitu tajam menusuk kulitnya. Dingin! Tapi ini bukan alasan agar ia segera menenggelamkan dirinya dalam selimut. Pekerjaan ini harus selesai malam ini. Ia tidak ingin kehilangan langganan hanya karena ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Setiap malam selalu begitu. Naya harus berjuang melawan dingin dan kantuk yang menyerangnya. Sudah berkali-kali ia mendesis karena jarinya tertusuk jarum; menandakan ia telah lelah. Tapi Naya tidak mau menyerah. Satu baju lagi. Payet-payet ini harus terpasang dengan rapi. Continue reading “Naya”