RUMAH DI ATAS AIR

S Jai *

ORANG-ORANG sulit percaya akan sesuatu hal. Entah itu karena paham, entah lantaran tak mengerti. Mereka cepat sekali meyakini; segala urusan manusia berujung tetek mbengek dagang sapi.

Tersebab itulah kuceritakan padamu setangkai kisah yang barangkali tak kan dipercaya siapapun; tentang sebuah rumah di atas air; perihal suatu keluarga yang bermukim di danau berkabut sepanjang masa, yang anteng—tanpa pulau, tanpa biduk, tanpa tepian. Airnya sejuk, kecipaknya sekadar petanda ada yang datang, mungkin ikan, barangkali seseorang. Continue reading “RUMAH DI ATAS AIR”

PENTIGRAF ITU ADALAH KARYA FIKSI

Tengsoe Tjahjono *

Tema “Pahlawan di Sekitarku” yang harus ditulis oleh para pentigrafis banyak menjebak mereka menulis riwayat singkat pahlawan. Komposisi kalimat yang muncul jadinya “Pak Arman adalah ….” Atau “Kamu adalah pahlawanku…” Nah, jika pola kalimat sudah pola definisi seperti itu, kita tak akan bercerita, tetapi mendeskripsikannya. Tuturan jadi sangat deskripstif dan verbal. Continue reading “PENTIGRAF ITU ADALAH KARYA FIKSI”

MELONGOK DIRI, MENEMU ILAHI

Djoko Saryono *

Teks adalah tenunan kisah dan berita-pikiran yang galibnya dijaga akal dan atau hati. Pada dasarnya ia otonom dan mandiri. Kendati tak terpisahkan, namun ia tak selalu dan melulu bergantung pada penulisnya, apalagi orang lain – pembaca awam ataupun orang ahli. Beda dengan tuturan atau omongan yang hidup dalam dunia kegaduhan banyak orang, teks lebih memilih hidup dalam dunia kebeningan, ketenangan, keheningan, kekhusyukan, bahkan kesenyapan yang bermakna. Justru Continue reading “MELONGOK DIRI, MENEMU ILAHI”