Puisi-Puisi Soni Farid Maulana

http://www.korantempo.com/
SALJU

putih susu yang mematikan, mengendap
di kedalaman. Cairkan dengan hangat darahmu
sebelum tubuhku serupa cangkang daging
sebelum palungmu sesunyi batu dasar kali

2007

JERAT
sebab tempurung dagingmu menjerat cahaya bulan
cawanku oleng dihantam arus anggur musim dingin
puncak gunung atau lembahkah yang harus aku lintasi
selagi maut menaksir kilau jantungku di sudut malam
2007

DEGUP JANTUNG

sekali lagi kau teguk benih dari cawan jantanku
selagi bulan memuncak pucuk pohon cemara
“tumbuhlah. Tumbuhlah di kedalaman,” katamu
Sebelum kitab kematian kembali dibaca batu nisan

2008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *