Sajak-Sajak Yuswan Taufiq

http://www.facebook.com/mbahYuswan
menuju seberang

Tarianmu adalah doa
di penghujung jalan
terserak di antara rimbun kata
tersembunyi di daun-daun melambai

Lalu panoramaku kian terbang
ke sana ingin hinggap
di jangkaumu yang kuseduh layuh
di bawah rindang kuhidu jejakmu

Tarianmu adalah nafas
di ayunan sepanjang jalan
telentang di antara silau matamata
terkurung di debu-debu membelai

Dan senjaku kian terang
mencium tabir yang genap
di teluh rindu yang kurebah lelah
di celah lengang kuserut parasmu

Hinggalah tanahmu merekah
diriku yang parau segeralah berkemas

Tunggu aku!

(20 Juni 2009, srby)

rajah jaman

Di susuan mengeram jati
Bunda setinggi langit cermin
Pertiwi terhunus kedalaman sanubari

Kini pulas, lengas terberai layu
terbias seberang kuas
Hingga menguap jati diselusup hantu
lancung setinggi langit menderas
Dibuai angin durga memburu
membekam bergelas-gelas majas talas

Ah, lupakan saja serak kerak beranak pinak
Jejak bundaku tergeletak di benak koyak

Mantra telah membumi setelanjang dada
Berpedang merajah di susuan lubuk tak jaga

Dan ibuku tinggal nama
Di pelataran masanya tercerabut akar

(16 Juni 2009, srby)

memeram se-rajah jaman

Tak pelak meronta
Kala, mendaur hati mengail langkah
Gelisah pun menemu jejak terengah
Hingga larut binasa

Meradang rangkaiku di arus menghanyut!
Hanya telaga seakan berangsur tetilas

Masa ini apa katamu?
Sepintas pulas, atau laju menyatu?
Hingga sontak lepas ayunku dihempas!

Gerabah kalang telah melenggang suka-suka
Walau kuserut di pedalaman marga
Pun di untai hulu menemu taut
Runutku menggelandang dikerubut patut!

Ah, sesayup denting ini memantik
Merangkaiku lagi di mulut kaki langit
Mengeja lenturnya lantas merebah gugah
Menjejak lentingnya merambah benah

Takkan pernah sama kukira
Hanya lubuk menjejak semilir para-para
Hingga kurasa gubahan membawa
Teduh memayung, menegur sapa di jiwa

…entahlah? Tari-kan saja pedangmu!

(07/08 – 06/09, srby)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *