Puisi-Puisi Maghie Oktavia*

http://www.kompas.com/
Tiga Keping Keindahan

Menelusuri terowong hati
Kusapa kau,dia dan dirinya
Kau
Kelebat meteor yang lintasi jiwa
Menggurat ukiran palung hati terdalam
Terdiam anggun
Lalu sontak menyeruak
Bangkitkan ruh semara yang terlelap
Dia
Kerlip susastra yang taburi malamku
Kadang hilang
Tersaput mendung yang betah dengan kelam
Lalu kembali bercengkerama dalam senyap
Temani jelaga sunyiku
Dirinya
Baskara yang bujuk pagiku untuk tersenyum
Padanya hujan asinpun kerontang
Ia satukan sari pati kasih tersisa
Lalu beranjak pongah
Tapakkan fatamorgana
Aku
Masihlah milikku
yang tak ingin tinggalkan basat pada sesak
Karena kau,dia dan dirinya
Siluet terindah di jeda masa

Mata Hati yang Terlambat Terjaga

Kupungut siluet indah yang teronggok di sudut meja
Debu bingkai yang berjatuhan retaskan rangkaian frase
yang terpekur pada kenang
tahukah kau
awanku telah lelah dendangkan elegi pada kelam
dan selembar kasa kusam masih mendekap keping hati yang basah memerah
Menahun
Palawa coba gerogoti hibatku yang berkelana di atas fatamorgana
Jiwaku pun labil ikuti arahmu yang entah
Ku hanya temui senyap
Menjauhlah!
Kuingin tegakkan baluarti pada jalanku menuju karam
dapat kudengar dewi amor memaki mata hatiku yang terlambat terjaga
di atas asaku yang tersudut pada diam
Ahhhh…
Letih ku memeluk doktrin kesetiaan!

Terbelenggu Sepi

Kucoba langkahkan kakiku yang lesu diatas petak-petak ubin yang berdebu.
Syaraf di tubuh rumah ini terasa membeku bersama hatiku yang layu.
Aku tergugu…mencoba ingkari setiap tarikan nafasku yang pilu.

Kutermenung
di antara jendela yang sunyi
Menjemput senja tak bertepi
Tak dapat kunikmati aurora
Merah,hijau,ungu…
Entah,semua bergradasi jadi kelabu

?Mendekat sini,nak. Biarkan jiwa Ibu mendekapmu erat malam ini.
Kau adalah mestika terindah dalam hidupku. Tapi…?

Masih terngiang lirihmu yang tercekat
Di balik semburat wajahmu yang memucat

?Ruhku begitu merinduNya, nak?
?Apa maksudmu, bu? Kumohon jangan tinggalkan gamang di hatiku?
Namun kau hanya tersenyum syahdu lalu tertidur damai di atas peraduanmu

Jawabmu
Kau kirim lewat fajar yang layuhkan jantungku
Pada nisan yang tak bergeming oleh luruh air mataku
Takkan pernah kutemui lagi pelangi itu

Bu,tak ada yang tersisa untukku

Cakrawala kini terbungkus pakaian yang sama
Hitam?

Virga

Kuhirup setiap kepahitan di sela bayu yang resah
Tak sanggup penjarakan bulir bening pada kelopakku yang gundah
Kau pun tahu
Semara ini bukanlah virga pada mendungmu
pun sekedar roman picisan yang singgah pada kisahku
dan detik ini
Dua puluh empat jam tersisa dalam genggaman
Sebelum baku tubuhmu yang tersusun sempurna
tapaki altar suci bersamanya
Tinggalkan kalbuku yang berperang membekam gamang
andai bisa kuadili Tuhan kita
yang semestinya sama

Sang Penari

akulah sang penari
kesuma layu yang terkubur di tubir nista
Jarijari terus menyentuh lekuk tubuh yang gelisah
Hentakan irama rasuki gelora yang membuncah
Terlupakan sudah cerita tentang pekat
yang terselip di antara buku-buku kodrat
Mara menyeringai bahagia
Nikmati tiap gairah yang terteteskan
di antara peluh yang melekat
Kali ini ia berteriak
“takkan kubiarkan birahi pada koma!”

Setia yang Retak

Malam kembali sibukkan kelopak mata yang coba memeluk tidur
Membawa sebongkah hati yang menganga tertoreh luka
Kutuang darahnya dalam bejana terindah
lalu kuteguk sepuasnya hingga ku jengah

tak pedulikan lagi tafsir tentang tetesan embun dan air mata
karena ternyata keduanya saling mencinta

Luka yang Sempurna

Siluet di hadapan hanya terdiam
Saat mulai kurobek dada dan jelajahinya

Kemana hati?
Karena yang kutemui
hanya bercakbercak darah yang telah mengerak
Berserak…

Kucari dan kucari hingga layuh
Tapi yang ada cuma rongga kosong tak bernyawa

Jangan jangan di bawa ibuku ke kuburan?
atau digadaikan ayahku di pelelangan?
mungkinkah ditenggelamkan adikku di jeladri terdalam?

Ahhh…
Lebih baik tapakkan jiwa pada bumi
atau sembunyikan saja raga di rahimnya!

———-
*) Lahir di kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung pada 3 Oktober 1976. Lulusan Sastra Inggris UNPAD Bandung ini kini bekerja sebagai Voice Over talent di berbagai PH di Jakarta
Wadah persahabatan:E mail / FB / YM id : m4ghie@yahoo.co.id
Komunitas sastra :kemudian.com & apresiasi sastra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *