ABSTRAKSI TABULA RASA BUDAYA

Nurel Javissyarqi
http://www.facebook.com/nurelj

Manusia yang benar-benar sempurna, bebas secara definitif dan sempurna puas dengan dirinya yang sebenarnya, manusia disempurnakan dan dilengkapi dengan kepuasan ini, akan menjadi Budak yang telah ?mengatasi? Perbudakannya. Jika penguasa malas adalah kebuntuan, maka Perbudakan yang giat bekerja, sebaliknya merupakan sumber dari seluruh kemajuan manusiawi, sosial dan histori. Sejarah ialah sejarah Budak yang bekerja. (Alexander Koje?ve, dikutip Fukuyama).

Di sini tidak menyebut budaya menurut para tokoh, sebab telah diterangkan para pendahulu literer. Yang ditekankan memasuki jarak penikmat demi mengamankan referensi duga-ingatan sebelumnya. Kebudayaan ialah kesadaran hidup dan kelangsungannya, gerak mewujudkan tradisi sebagai akarnya. Pun kini tidak memberi misal karena pemerhati tentu telah menjangkau, ini sekadar bandingan demi mendapati titik seimbang.

Satuan cara guna budaya berkembang tanpa mencederai yang lain, sejenis kerja mengurangi tingkat resiko tragedi pemahaman. Kebudayaan merupakan watak peradaban atau keadaban itu tingkah laku mencerminkan budaya bertautan tempat, iklim, musim, suku, sekte, agama juga gerak kemajuan akal budi sejarah manusia.

Seolah tidak mungkin berbicara budaya dengan meninggalkan daya perasaan, mencakup kebutuhan dalam keberlangsungan hayat, disiplin keilmuan dari kesadaran pengembangan. Budaya ialah rentetan laku sebelumnya dan kebudayaan berkaitan kekuasaan cinta, benci, harapan pun angan. Lebih agresif menajamkan karakteristik perilaku sedari sudut pengalaman.

Pengalaman tertahan menjelma hantu ingatan menghujam, tidak dapat dipungkiri setiap pengamatan memperoleh penilaian normal dan abnormal, di samping remang keraguan. Olehnya berharap jangkau penggalian mengeluarkan ide dasar relung kelahiran sebab kala prosesi akan terketahui tandanya. Asal mana diadakan atau pergumulan bathin dari nalar perasaan. Ini sengaja tidak mengerucutkan periode, klasik ke pencerahan, puncak strukturalis ke post-modern &st.

Sebab ?Periode yang tidak jelas dan kabur, merupakan obyek khas mendorong pada pengetahuan,? Hegel. Inikah tautan ketersangkaan mematok kebudayaan dari mana kesadaran budaya, maka layak tampil menggapai perubahan dari daya pengetahuan bawaan. Ini riskan tetapi kupercayai ketinggian air laut tentu sama tidak menenggelamkan logika.

Anak-anak bangsa menganggap budayanya tertua dari lainnya, atau berharap diakui keberadaannya. Ini diberangkatkan kesadaran dominasi kuasa pemikiran, dengan strategi filosofis menghipnotis juga ramalan. Niccolo Machiavelli dalam The Discourses 1950 mengatakan; Monarki dengan gampang menjelma anarki, aristokrasi dapat memproduksi sebuah oligarki dengan mudah, dan demokrasi berubah menjadi anarki tanpa kesulitan,…

Aku percaya ada kebudayaan lahir dari bangsa A lalu B, tinggi-rendahnya tentu memiliki kaca mata kepekaan tak sama. Haruskah melewati tahap tertuntu? Kesadaran titik yang bukan satuan, tetapi jelmaan bintang menerangi langit malam. Atau kesadaran bintang berkilau terdekat dalam hati juga tidak kesampingkan lain faham. ?Seorang Penulis saat ini tidak dapat melayani orang-orang yang membuat sejarah; ia harus melayani orang-orang yang menjadi sasaran sejarah;? Albert Camus.

Kenapa tidak beberkan budaya tertentu? Ada kehawatiran kata budaya nantinya milik pembaca atau penulis saja, maka rajutan benang halus dimengerti, pijakan kesadaran tak harus batu pengetahuan kukuh, dapatlah selayang awan bergravitasi beban diemban. Kebudayaan bergerak selaju gemawan menghasilkan musim, dan wujud pemberian-penerimaan kesadaran timbal-balik sebangun keadaban.

Apa yang melahirkan budaya? Awal telah disebut tradisi atau peristiwa ulang berkemiripan lelaku, kesamaan pandangan yang melahirkan petanda. Pada mereka yang gila pun ditemukan sehingga dinamai gila. Apalagi yang waras, namun ada garis kelemahan yaitu ketertarikan berbeda atau daya rayu kebutuhannya. Kita telah mengetahui ketertarikan dihasilkan dari gesekan luar masuk dalam diri.

Rangsangan yang masuk mempengaruhi watak hingga tampil di permukaan kemiripan yang melahirkan budaya. Tradisi menunjukkan prilaku yang dipengaruhi kesadaran bawaan dan pertemuan awal, maka interaksi menentukan perubahan budaya sampai jarak waktu menjadikan perubahan, dalam hitungan tertentu dinamakan sejarah.

Tilikannya; pewarna, penanda mendefinisian budaya bersinggungan bentuk serupa. Pengasosiasian kecenderungan memberi sebutan meski belum didedah, atau bisa ?suka? melahirkan titik tertentu ?ketidaksukaan.? Ini lahirnya idiologi, kesadaran kemiripan meski keserupaan dapat dikondisionalkan dengan rayu. Aku sepakat pengelompokan tidak menimbulkan tinggi-rendahnya, tetapi komponen satu ke seterusnya meranggai rindu.

Tidak terwujud jika tanpa kesadaran saling mengembangkan kemiripan, tiada jegal di dalam pun di luar. Mengkondisikan air mancur pada cahaya matahari berwarna pelangi. Maksud kecenderungan seirama, menjadi bagian tidak terpisah atas budaya satu dan lainnya. Ini seolah konyol namun kala perhatikan ketimpangan, sepatutnya menarik perselisihan membaca ulang tradisi, jikalau nyatanya menyandung langkah mewujudkan yang seyogyanya berkembang.

Dengan kaca mata kemanusiaan, waktu kesempatan bertukar nikmat, tiada kebencian rasa cemburu, sebab kesadaran akibat peperangan dan bencana alam, atau naluri yang kudu dipakai melangkahi jalan pelangi. Mungkin ini gagasan keblinger di siang bolong lupa pegangan, tetapi kutekankan kebudayaan tumbuh lestari, atas jemari tangan harum jabatangan, keramahan mengolah peradaban berkeyakinan.

Serupa mitologi segelintir orang, namun kuyakin tidak menguap sebab berlandaskan naluri. Kerinduan sesapuan kuas lukisan Hegel yang direkam Fukuyama:
Sejarah akan berakhir karena kerinduan yang mengendalikan proses sejarah – perjuangan demi pengakuan – sekarang telah – terpenuhi dalam suatu masyarakat yang dicirikan oleh pengakuan universal dan pengakuan timbal balik. Tidak ada tatanan lain dari institusi-institusi sosial manusia yang mampu memuaskan kerinduan ini, karenanya tidak mungkin terjadi perubahan sejarah -progresif lebih lanjut.
Namun kubertanya; benarkah ketidakmungkinan terjadi? Jangan-jangan hawatir dianggap dukun yang tidak professional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *