Lanjutan Da Vinci Code, The Lost Symbol, Dirilis Besok

Nurkhoiri
http://www.tempointeraktif.com/

Mereka yang sudah mulai mengambil cuti Lebaran bisa menambah nikmat liburan dengan thriller terbaru karya Dan Brown, “The Lost Symbol” setelah sekuel “Da Vinci Code” itu diluncurkan Selasa (15/9). Novel ini mengisahkan konspirasi kelompok rahasia Freemasonry di pemerintahan Amerika Serikat.

Brown tetap menyajikan cerita tentang pakar simbol Robert Langdon dengan kisah yang cepat dan membuat pembaca sulit mengalihkan dari halaman buku. Novelnya juga kontroversial, seperti biasa.

“Da Vinci Code”, misalnya, mengungkap konspirasi yang memegang rahasia bahwa Yesus memiliki anak. “The Lost Symbol” bukan kekecualian. Novel ini mengungkap kelompok rahasia Freemasonry di pemerintahan Amerika Serikat.

Tidak heran, novel ini menggunakan ibu kota Amerika, Washington, sebagai lokasi cerita. Seperti “Da Vince Code”, Langdon akan membongkar rahasia Freemanson lewat jejak-jejak arsitektur di Washington.

Tentu saja, ada musuh dengan karakter kuat, hampir-hampir seperti karakter dalam komik. Dalam “Da Vinci Code” ada rahib albino yang menakutkan. Dalam “The Lost Symbol” tampil orang berotot bertato yang menyebut dirinya Mal’akh (dalam bahasa Ibrani berarti malaikat).

“The Lost Symbol” dibuka dengan adegan saat Mal’akh dilantik masuk posisi tinggi di Freemasonry. Kisah berpindah saat Langdon menumpang pesawat pribadi terbang ke Washington karena diundang berbicara dalam satu acara di gedung Capitol–gedung DPR/MPR-nya Amerika Serikat.

Saat sampai di Capitol itu para pembaca mulai menahan nafas. Undangan itu palsu. Ia diundang oleh temannya yang kaya raya dan anggota Freemasonry, Peter Solomon. Tapi Solomon malah ditemukan tewas dengan tangan ditato simbol Freemasonry dan menunjuk gambar George Washington dari 1865.

Washington–seperti sejumlah presiden Amerika seperti Benjamin Franklin, Teddy Roosevelt, Harry Truman, dan Gerald Ford–memang benar anggota Freemasonry. Latar belakang ini membuat bangunan di Washington banyak diwarnai kepercayaan Freemasonry.

Seperti novel Brown sebelumnya, Langdon akan ditemani perempuan cantik saat berpetualang. Dalam “The Lost Symbol”, perempuan itu adalah saudara Peter Solomon, Katherine Solomon.

Bersama Katherine, Langdon menghadapi Mal’akh yang memiliki motif mencari kuil Freemasonry yang tersembunyi. Kuil itu, menurut kepercayaannya, bisa membuatnya melakukan transformasi.

WASHINGTON POST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *