Laporan dari Praha: Putu Wijaya Cs Pentaskan Drama ‘Zero’ di Ceko

Eddi Santosa – detikcom
http://www.infoanda.com/

Praha – Putu Wijaya dan Teater Mandiri akan mementaskan drama “Zero” di Prague City Library Hall. Putu cs hadir memeriahkan peringatan 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI-Ceko.

Pementasan drama ‘Zero’ oleh Teater Mandiri itu sekaligus untuk menghormati Prof Zorica Dubovska, seorang pakar kebudayaan Indonesia, yang akan menerima penghargaan dari Menteri Luar Negeri RI pada malam nanti, Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi menuturkan kepada detikcom, Jumat (13/6/2008).

Teater Mandiri dipilih dan didatangkan ke Praha sebagai upaya mempromosikan Indonesia dengan cara berbeda. Selama ini promosi kebudayaan Indonesia seringkali diidentikkan dengan tarian dan musik tradisional.

“Padahal kebudayaan Indonesia jauh lebih kaya ragam dari sekadar tarian dan musik tradisional, antara lain teater-teater tradisional dan moderen. Salah satunya Teater Mandiri,” ujar Azis.

Pentas kebudayaan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Republik Ceko dan pemerintah Kota Praha. Selepas pementasan di Praha, Ceko, Teater Mandiri juga akan melakukan pementasan di Bratislava, Slovakia, dengan lakon yang sama.

Putu Wijaya cs, totalnya berkekuatan 15 orang, telah berada di Praha sejak 11/6/2008. Pentas mereka akan dihadiri Deputi Menteri Kebudayaan Ceko Fransitek Mikes, Dubes negara-negara sahabat, organisasi Ceko terkait keindonesiaan, dan masyarakat setempat.

Lakon Zero
Lakon ini menceritakan upaya menciptakan saling pengertian antarmanusia menuju dunia yang damai.

Perang, yang dikutuk hanya membawa kesengsaraan bagi pihak yang kalah maupun yang menang, masih terus saja berlangsung di mana-mana dengan berbagai alasan.

Manusia membenci perang dan memimpikan perdamaian. Namun jalan yang ditempuh untuk mencapai perdamaian satu sama lain berbeda bahkan bertentangan. Dengan dalih menciptakan perdamaian, manusia pun akhirnya berkelahi untuk memenangkan upaya perdamaian yang dianggapnya paling benar dan adil.

Zero adalah sebuah esai visual yang mencoba mengajak setiap orang untuk kembali ke wilayah nol, tanpa keinginan tertentu kecuali menghormati dan mencintai sesama dengan berpegangan dari hati ke hati untuk mengakhiri peperangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *