Pergulatan Cinta di Batin Penguasa

Judul buku : The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheeba
Penulis : Waheeda El-Humayra
Penerbit : Mizania Bandung
Cetakan : 1, 2008
Tebal : 254 halaman
Peresensi : Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/

Akhir-akhir ini sejarah yang dikemas dalam bentuk novel menjadi perhatian para penulis. Sebenarnya ini telah diawali oleh Pram lewat tetralogi pulau burunya. Pram menggugat koloinialimse lewat kisah dalam novel. Dan kisah itu factual. Pram kemudian menjadi penulis pertama di Indonesia dalam mengkisahkan ulang tentang sejarah. Khususnya pasca gemuruh reformasi. Pram semakin leluasa mengkisahkan ulang sejarah, terlebih sejarah yang kelam. Yang menggugah, yang mengandung inspirasi, yang memberi nafas segar bagi sejarah pada zaman sekarang ini. Sehingga menarik perhatian para penulis Indonesia yang lainnya untuk berkisah dalam sebuah novel.

Kisah. Jika kita melihat isi dalam al-Qur?an begitu banyak kisah-kisah yang tersimpan di dalamnya. Sebegitu indahnya Allah menggambarkan kisah tentang negeri timur tengah yang klasik. Semua tertulis dalam kata dan kalimat yang dasyat berbentuk sebuah cerita.

Akan lebih asyik, kalau kita melintas dalam kisah yang jauh. Dan inilah yang kita dapatkan dalam karya Waheeda El-Humayra. Karya bertajuk The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheba adalah karyanya yang berhasil membawa fakta dalam khayal bahkan khayal dalam fakta. Waheeda dalam bukunya berusaha menjadikan sejarah abadi seorang raja dan ratu yang hidup tiga ratus tahun lalu menjadi sebuah cerita. Ya! Sejarah yang diambil dari kisah yang diabadikan Allah dalam al-Qur?an. Yaitu kisah seorang ratu sebuah Negeri Syaba?. Siapa lagi kalau bukan ratu Bilqis yang sangat terkenal dengan kecantikan dan kecerdasannya. Dan, seorang raja muda yang memiliki istana sangat megah, beliau juga Nabiullah yang dikaruniai mukjizat bisa bahasa binatang dan dapat menundukkan angin. Ia juga tidak hanya memimpin umat manusia namun juga kerajaan jin ada di bawah kekuasaannya. Dialah Nabi Sulaiman.

Kerajaan syaba? adalah nama kerajaan di zaman dahulu, ibu kotanya Ma’rib yang letaknya dekat kota San’a ibu kota Yaman sekarang. Mereka menganggap tidak ada satu dewa pun yang melabihi kekuasaan matahari. Sebab tanpa matahari, tiada siang, tiada hijau warna daun, tiada tumbuh pepohonan, dan tiada sesuatu selain gelap yang mengakap. Tidak ada yang maha dasyat kecuali matahari, kata mereka.

Keadaan negeri yang dianugerahi kekayaan berlimpah itu terancam, negeri itu terkena wabah yang mengerikan. Dengan datangnya wabah itu sang ratu mulai gelisah dan mulia meragukan apa yang mereka sembah, apakah ada yang salah dengan dewa yang maha dasyat itu?. Wabah mengerikan itu membunuh satu persatu orang ?orang di negeri Syaba?. Mulanya orang akan merasa pusing, stelah itu mual yang luar biasa, wajah mereka memerah, sampai kemudian mereka muntah dan setelah itu munculah bisul yang membesar dengan waktu yang sangat cepat ke sekujur tubuh. Dengan hitungan beberapa detik bisul itu pecah dan mengeluarkan nanah bercampur darah, sampai akhirnya mereka mati. Sungguh tragis!

Kegelisahan ratu semakin memuncak ketika wabah itu sudah menyebar semakin luas. Kalut. Itulah yang dirasakan ratu cantik negeri syaba?. Semua kegundahan dan kegelisahannya tak luput dari pengamatan seorang penata riasnya. Lahela, itulah namanya.

Karena wabah semakin mengancam negeri syaba? ,ratu mengadakan rapat darurat. Berkat usulan seorang dokter istana,ada seseorang yang mampu menangani kasus ini dia adalah dokter dari negeri Ursyalim. Negeri yang dipimpin oleh raja Daud dan putranya Sulaiman. Dia adalah Seorang dokter yang handal namun disisi lain dia memiliki sebuah rahasia besar dengan lahela.

Disinalah kisah cinta dimulai. Berkat dokter dari Ursyalim tersebut sang ratu ingin memberikan hadiah pada kerajaan Ursyalim. Ratu mengirim utusan untuk memberikan hadiah tersebut. Namun tak disangka hadiah dari sang ratu ditolak oleh nabi Sualiman, ?Apakah patut kamu menolong aku dengan harta? Apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu;tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah engkau pada mereka!..? (An-Naml, 36). Mendengar ucapan sulaiman sang ratu merasa tersinggung. Kemudian berangkatlah dia kenegeri Ursyalim untuk membuktikan sendiri ucapan utusannya.

Pertemuan ratu bilqis dan raja sulaiman mengandung makna cinta tersendiri. Raja Sulaiman jatuh cinta pada ratu bilqis begitu pun sebaliknya. Dengan pembawaan sang raja muda tersebut dapat menyulap hati sang ratu yang menghasilakan keimannan dalam hati ratu. Namun bukan ratu kalau memutuskan sesuatu tanpa ada musyawarah terlebih dahulu.

Dan Lahela yang hanya seorang penata riasnya adalah orang yang sangat berpengaruh. Dalam diri ratu ada gejolak antara cinta dan keimanan. Dan Lahela adalah orang yang selalu mendengar keluh kesahnya. Lahela berhasil menjadi sosok kakak pada diri ratu.

Dan ketika sulaiman meminang ratu Bilqis, kembali hatinya dilanda rasa gundah, karena dia ragu apakah dia akan bisa hidup dengan orang yang telah memilki 59 selir?. Ratu negeri Syaba? itu kembali mengeluh pada lahela. Bisakah seorang lahela yang hanya seorang penata rias ratu bisa berperan penting terhadap keputusan seorang ratu?. Bagaimana mungkin?.

Di sini Waheeda berhasil menampilkan tokoh yang sering terlupakan oleh sejarah kekuasaan. Kisah lahela (penata rias ratu Bilqis) yang ditampilkan penulis dalam novel menyiratkan gagasan-gagasan yang diusung, sesuai dengan perkembangan penulisan sejarah di Indonesis: yakni sejarah social. Sejarah yang mengungkapkan kisah masa lalu, bukan dari kisah besar yang hadir dalam dunia piolitik, ekonomi, ideologi, dan kekuasaan.

?Lewat kisah ini, kita diingatkan bahwa sering kali ada orang ?biasa? yang menjadi sangat penting perannya, bukan saja hanya dalam perjalanan hidup kita, bahkan dalam catatan sejarah kemanusiaan sekalipun? kata Epri Tsabiq, Ketua Komunitas Puisi FLP.

*) Penikmat sastra, anggota Lembaga Pers Mahasiswa ARENA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *