Sajak-Sajak Ria Octaviansari

http://www.lampungpost.com/
Sajak Silam

akan kutulis nama arah angin di pasir pantai
agar kau bisa mengingat
ke mana saja kita pernah berlayar
melarung jejak yang pernah
kau tapakkan di dadaku
hingga riak menyapunya
dan membuat kau lupa tentang pertemuan kita
mungkin jauh di sana
kau mulai melukis senja
untukku pun untukmu
meski kadang lukisan itu tak pernah
menggambarkan camar, nyiur, dan debur
yang jenak menanti langkah-langkah kecil kita
kelak jika layar itu terkembang lagi
jangan berdusta pada pesisir pantai
yang menjadikanmu karang tak mudah terkikis
karena kita tak pernah tahu akhir perjalanan ini
biarlah mimpi yang menjadikan aku-kau ada
tanpa bayang-bayang

2009

Hujan Malam Minggu

deras mengalir keras di deru nadiku
menjumpai pembuluh lain dalam tubuhku
menganak sungai dalam air mata
dan menjadi karat di tiap-tiap rongga
apakah kau tahu
setiap rintiknya adalah air rinduku
padamu yang tak berkesudahan

2009

Sketsa Sunyi

makin sunyi
tak terdengar apapun
bahkan gaung rindumu
apa aku sudah tuli
atau kau bisu?

tanjung karang, 050709

*) Lahir di Tanjungkarang, 16 Oktober 1985. Alumnus STIE Darmajaya Bandar Lampung ini kini bekerja di sebuah perusahaan di Lampung Timur. Sajak-sajak dimuat di beberapa media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *