Puisi-Puisi Denny Mizhar

Aku Hendak Merangkai Kamboja pada Gadis Meninggalkan Luka

aku tak hendak menanam mawar
tapi ingin merankai kamboja

pada gadis menyayat luka
harummu serupa dupa

berkali-kali mandi kembang tuju rupa
tak juga sempurna

dimanakah kembang kamboja?
biar kurangkai menjadi kalung surga
sebab sepi selalu menyala

pada kenangan selalu berpendar
menunggui hari-hari rindu
nyanyikan lagu perdu

menggarami sobekan luka
rangkaian bunga tertata

Di Garis Wajahmu
:isti

Di garis wajahmu tertulis kisah hidupku. Berlarian tak berarah. Lintasi beribu pertanyaan. Penjarahkan aku akan harapan.

Dulu waktu pertama memandang. Aku melihat cahaya menghangatkan: aku sedang kesepian.

Tertinggal harapan rapuh atas kepergiaan. Ziara tak pernah pulang. Bahkan menenggok kampung halaman. Kini telah menua. Hampir saja melemah.

Aku masih berdiri walau kenangan telah mati. Menyirami dengan ketulusan. Sedang kau berziara ke rumah Tuhan. Atas namanya kau bentengi perbedaan.

Hampiri mimpi terjagaku. Wajahmu tak pernah hilang. Kau telah hapus dengan kerudung besarmu. Menutup masa lalu. Tuhan ada padamu. Begitu ujarmu.

Aku berdiri di lintasan tunggu. Tak enggan mati. Menatap hari. Serupa belati. Ingin membunuh Tuhan di wajahmu.

Kau Meninggalkan Jejak Dan Aku Tak Dapat Mendekat

Kau meninggalkan jejak di pasir sunyi.
Aku mengikuti.

Tak sempat mendekat.
Ombak hapus, jejakmu tak rapat.

Kembali kakimu terlihat.
Tanggalkan kisah tak sempat aku dapat.

Ke mana lagi mata harus berlari.
Sedang kau selalu sembunyi.

Ketika kita berpapasan
kau menyimpan pertanyaan yang dalam.
Aku melihat dari sorot matamu yang sayu.

Hanya pandang tak rapat. Mendekat.
Jejakmu kutelusuri. Hanyut dalam terpaan ombak.

Aku tengelam dalam laut.
Matamu tak pernah bisa aku tebak.

Senja Di Tubuh Padma

aku tahu aroma bibirmu
kental dengan waktu

ketika resah menaungi sukmaku
sel sadarku berselendang rindu

dimanakah aku?
hilang dalam karung ragu

jejak tertinggal
pedang memenggal

di lekuk tubuh padma
tergambar risalah kata
menafsir makna luka
senja begitu kuasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *