Sajak-Sajak Beni Setia

http://www.jawapos.com/
Politisi Indonesia

lelakon hidup bagai komputer yang data-datanya
terfragmentasi dan harus didefragmentasi (ulang)
sebelum sadar kalau 1001 virus membuat orientasi: error

Maret 2009

”berikan suaramu, kepadaku,” teriak iring-iringan
–orang itu. yang potret senyumnya dipakukan di
batang-batang pohon sepanjang jalan, yang warna
bajunya serupa penjor dan bendera sepanjang jalan
tapi bagaimana bisa memberikan suara kepadanya
bila di tengah hari dengan sengaja memaku batang
tapi bagaimana bisa memilih yang tak dikenal bila
hanya lewat dengan menunjukkan kaus warna bendera?
”mereka serupa hujan,” kata reranting garing, ”hanya
turun dari langit dan meminta dikembalikan ke langit”
“kita tidak mengenalnya,” kata aspal yang terkelupas
–menyerukan persatuan sambil memaku luka di dada

Cempaka, Melati dan Cendana

shalat serupa sertifikat kavling di surga
dan doa adalah harapan supaya malaikat
senantiasa memelihara bunga-bunga yang tumbuh
saat berdizkir terkadang aroma cempaka dan melati
menyelinap. semerbak syukur diucapkan anak-istri
dan ibu, dan ucapan tulus anak yatim, janda dan dhuafa
lain kali malaikat-malaikat menyerukan subhanallah
bagi semerbak cendana dari cinta rahasia, dari tekad
tulus menyayangi di kubah percampuran yang mustahil

Surga Edisi Pagi

lentik fajar kilas geretan Allah di kubah langit
sebelum mihrab ditandai dan semua malaikat
:tenggelam dalam shalat dan dzikir berkepanjangan
saat udara dipenuhi wangi khusuk: burung-burung
menyerukan pekik pertama persuaan dengan alam
–membuat nyala api abadi muncul di balik kelambu
tapi diam-diam ada yang membuka kotak rahasia
tempat segala keburukan mengecambah, tumbuh
dan buahnya segera matang dalam tenggang satu jam

The Oldman’s Blues

kenangan serupa rel yang merentang dalam
belukar, kukuh menuju stasiun terbengkalai
dalam jalur yang tak lagi dioperasikan pt kai
kenangan serupa kabel telepon yang rentang
menggabungkan 1000 kota. selalu: langsung
menuju rumah kasih –yang kini dimiliki orang lain
kenangan merupakan julang menara telpon selular
yang berjajar + berkawal kilometer demi kilometer
–mengekalkan sim card jamuran di laci meja tulis
–kenangan serupa denyut migrain berkepanjangan,
mirip denyit jerat tambang di leher di dahan cemara

Sundanesse Cabbala

“kalau tak lagi dicintai, aku akan memilih
mencintai,” kata sangkuriang. diam-diam
karena semua yang dicintainya bermula dari
yang mengadakan: sangkuriang memilih Dia
–tengelam dalam istigfar dan shalat malam

30/03.2009

*) Penyair, cerpenis, dan esais, tinggal di Caruban, Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *