Kesaksian dari Medan Perang

Angela
http://www.ruangbaca.com/

Dalam perjalanan sastra Amerika, Perang Saudara menjadi salah satu seting dan inspirasi cerita yang tidak habis digali. Banyak karya besar lahir dari peristiwa yang terjadi pada 1816-1865 itu. Tidak kurang satu juta warga, dari total 35 juta warga Amerika saat itu, tewas dan luka-luka dalam peperangan antarnegara bagian itu.

Ambrose Bierce (1842-1914) adalah seorang warga wilayah Selatan yang ikut bertempur. Berusia 24 tahun, Bierce tiba di San Francisco dengan menumpang kapal kecil dari Sacramento. Berasal dari Indiana, Bierce muda adalah laki-laki dengan tinggi enam kaki, rambut ikal pirang, mata biru, dan kumis tebal. Di San Fransisco, karena penampilan fisiknya itu, ia beroleh jabatan sebagai petugas jaga malam. Di saat-saat senggang itulah ia mulai menulis cerita.

Ketika Perang Saudara usai, Bierce mengumpulkan seluruh kisah perang yang ia alami dan menuangkan dalam bentuk cerita pendek. An Occurance at Owl Creek Bridge adalah kisah yang paling terkenal dan menjadi pembicaraan orang. Cerita pendek ini berkisah tentang tentara sipil bernama Peyton Farquhar, pria baik-baik dari keluarga terpandang di Alabama. Perang Saudara ikut menyeretnya ke dalam pertempuran. Secara tidak sengaja, ia menerima tamu dari pihak musuh yang menjebaknya hingga ia terperangkap di sarang tentara utara. Kecerobohan yang harus ia bayar dengan nyawa.

An Occurance kemudian dibukukan bersama sejumlah cerita pendek berseting perang lainnya. Sebagian besar dari kisah-kisah itu kuat unsur horor dan misterinya. Salah satu kelebihan Bierce adalah ia mampu memikat pembaca dengan humor kelam dan akhir yang misterius. Ketakutan, halusinasi, konflik batin, kemarahan, dan keterasingan tergambar dalam diri setiap karakter utama. Agar ia bisa memperoleh mood horor dalam menulis, Bierce meletakkan tengkorak manusia di sampingnya. ?Tengkorak kawan saya yang tewas di pertempuran,? katanya.

Konflik batin juga menguasai alur kisah dalam cerita pendek lainnya, A Horseman in The Sky. Dalam cerita pendek ini, Bierce mengisahkan bagaimana seorang serdadu bayaran tentara Union terperangkap dalam konflik batin karena ia menembak ayahnya sendiri yang merupakan penduduk selatan.

Tidak saja menulis cerita pendek, perang telah membuat Bierce menjadi penulis kolom yang andal. Segera saja namanya terkenal karena tulisannya yang bernada satire dan gemar mengolok-olok para pejabat. Tidak heran karena tulisannya itu, Bierce dijuluki ?Wickedest Man in San Fransisco? atau ?Bitter Bierce?. Antara 1886 hingga 1908, Bierce menulis kolom untuk koran San Francisco Examiner. Lucunya, ia justru mengecam petinggi koran yang mempekerjakannya di sana.

Di usia 71 tahun, ia meninggalkan San Francisco yang memberinya nama besar, untuk bergabung dengan para pemberontak Pancho Villa di Meksiko. Dalam masa pelariannya itu, Bierce sempat beberapa kali mengirim surat yang berkisah tentang pengalamannya. Sejak surat-surat itu datang, tidak ada lagi kabar tentang Bierce. Ada yang menyebut ia tewas di tangan sepasukan regu tembak, namun ada pula yang menyebut ia meninggalkan karena penyakit asma yang sudah dideritanya sepanjang hidup. Serupa kisah yang ia tulis, misteri pula yang membungkus akhir hidup Bierce.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *