Puisi-Puisi Alfiyan Harfi

DI BAWAH NAMA DUKA I

Di bawah malam dan gerimis
Dalam hati daku menangis
Mengenang puteri yang manis
Dalam jiwa hati teriris

Pernah kudengar angin berlagu
Desah-mendayu menyentuh kalbu
Tahun berlalu tetap daku mengenalmu
Karena dikaulah Ratu dalam hatiku

Istana hati gagah berdiri
Di atas benua hijau di bawah langit biru
Perawan suci dengarlah ini
Betapa megah cinta untukmu

Bumi tercipta bagai bahtera
Mengarung waktu dan peristiwa
Di kala engkau dan aku tercipta
Tubuh dari bumi dari Langitlah jiwa

Begitu singkat semua berlalu, dinda
Begitu sempit dunia untuk cinta
Benarkah yang di dunia mencinta
Harus mati dan kembali ke surga?

DI BAWAH NAMA DUKA II

Bila hilang siang tibalah malam
Segalanya anugerah bagi pencinta
Dikau mengajarkan padaku arti bahagia
Ketiadaanmu mengajar kedalaman malam

Langit dan bumi mabuk oleh cinta
Bintang dan bulan pun nari-melayang
Daku teringat Adam di dunia pertama
Daku teringat surga yang hilang

Rumput bergetar bagai jemari
Gigil oleh duka dan rindu
Semakin lelah hati mencari
Di mana surga dan singgasanamu

Kuhitung ribuan bintang di sana
Kupetik bunga dari setiap rindu
Kini kutahu kerdip permata
T’lah mencuri lembut cahaya di matamu

Kugelar permadani di atas debu
Kubuka telapak tangan dan pintu setiap jiwa
Sambutlah setiap maqbul do’a
Di manapun engkau berada

DI BAWAH NAMA DUKA III

Duhai bumi di mana hatiku singgah
Duhai langit yang menaungi
Duhai setiap mawar yang merekah
Duhai oh duhai

Duhai setiap makhluk yang tercipta
Duhai, adakah yang menemui kekasihku
Duhai setiap bisikan cinta yang menggelora
Kepada-Nya antarlah do’aku

Malam ini dan setiap malam
Aku ingin bahagia bersamanya
Malam ini dan setiap malam
Aku ingin bahagia bersamanya

Karena aku akan tetap begini
Karena aku akan selalu begini
Aku akan selalu begini
Akan selalu begini

Tubuhku hilang ditelan bayang
Jiwaku menjerit dan melayang
Duhai siang yang segera menjelang
Adakah kau kembalikan hati yang hilang

DI BAWAH NAMA DUKA IV

Malam pun usai dan pagi membuka gerbang
Kusiapkan hati bagi yang menjelang
Kulihat orang dan barang
Di bawa pergi dan datang

Selamat datang bocah kecil
Selamat datang setiap manusia
Di wajah kalian aku mengenal
Raut wajahnya yang kucinta

Di setiap wajah yang lewat sesaat
Adakah yang tetap abadi
Di setiap getar yang hangat
Bagai puteri dalam hati

Seekor rajawali melintas
Dari dunia yang purba
Setiap waktu memberi batas
Bagi penantian sementara

Namun rajawaliku terus mencari
Adakah di langit suatu batas
Dan aku yang disini
Menyebutmu setiap nafas

2002

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *