Puisi-Puisi Pariyo Adi

http://sastrakarta.multiply.com/
AKU AKAN MENGAMBIL NAFAS

Aku akan mengambil nafas sebentar saja
Di negeri yang bebas
Tapi di mana?

Aku akan bicarakan KAU yang tidak pakai mistik
Di negeri yang bebas
Tapi di mana?

Tukang becak, kuli bangunan
Uthak-uthik angka = dermawan?

Aku akan bertanya kawankah aku pada kau
Dalam diam biar berlalu bersama kau aku
Diam-diam kau akan
Tinggalkan aku akan

Kedaultan Rakyat Minggu, 7 Okt 1990

LETIH SUNGAI

Letih sungai tak sampai muara mengalir
Meredam hati menghapus liku-liku
Gemericik irama air putus dipandang
Letih sungai membiru wajahnya

Yogya post, 5 Agustus 1990

SEJUTA TANGANMU

Sejuta tanganMU perkasa
Pe?ata kisah bumi manusia
Dukalah ada luka mula
Luka lama tanganMU buka neraka

Sejuta tanganMU perkasa
Menjangkau hati anak bumi
Menghimpun kuat hembus angin
Dinginkan matahari damai bumi

Sejuta tanganMU perkasa
Waktu tenggang KAU perpanjang
Hijau bersemi lezat buahnya
Senyum berseri nantikan sadarnya

Sejuta tanganMU perkasa
Kau kenalkan pertama itu syurga
Siap mainkan mula cerita
Adam dan Hawa lengah goda

Sejuta tanganMU perkasa
Membekas jelas pada kasihMU
Bila syurga tercipta tanpaMU
Bila puja Tuhan bukanMU
Tibalah waktuMU memandang
Adalah tegas sikapMU
Tiada tahan lihat lambai tanganMU

1990
—-
Malam Percakapan
SIGRA MILIR, bulletin puisi 004/1/1990
Redaktur pelaksana Ragil Suwarna Pragolapati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *