Puisi-Puisi Alfiyan Harfi

SUBUH

Di sana seseorang tengah tertidur
Di sana seberkas cahaya mungil
menemukan kebangkitan yang adalah dirinya
Serupa air, ia pernah melewati pohonan, batu dan lautan
Serupa manusia ia pernah menjadi semuanya

Di langit yang lain ia melenguh dan kekuningan
Di langit yang pertanyaan-pertanyaan telah mengabu
Subuh yang anggun menjelma ke dalam tarian
Namun sesuatu menghentikannya
Ketika seseorang menanyakan kesadarannya
Dan siang yang sibuk pun melupakannya

Di sana aku menemukan puisiku:
Ribuan gadis turun dari langit bulan juni
Dan sekuntum mawar kegaiban
Memancar dari sebuah nama
Namun aku tak kuasa memanggilnya

Juni 2008

POHON TIDUR

bila tidur ibarat pohon
dan akar-akarku menjalar
apakah yang ditemukannya
hingga bunga yang mekar
adalah engkau

malam menemukan
daun-daunku menengadah
merasakan darah
yang masih mengali
ke langit yang dingin
akar-akarku terbenam
dalam gejolak yang tenang
dan di kegelapan yang luas itu
kelopakmu merekah—
melingkar bagai semesta

sepenuh hati aku merunduk
mencoba mendengarkan
kebijaksanaan
yang lembut itu

November 2007

KETIKA DUDUK DI KERETA

duduk di kereta
terbangun dari tidur

aku tak tahu ke mana
namun merasa benar:
aku dalam perjalanan pulang.

stasiun-stasiun datang dan pergi
aku tak kenal mereka
aku lupa siapa namaku

aku mengenakan seragam sekolah
berwarna hitam-hitam
buku-buku yang masih kosong
di tangan kiriku tergenggam
sebuah biola.

Oktober 2007

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *