Puisi-Puisi Fajar Alayubi

Beras Merah – Beras Putih
catatan selamat makan siang

Makanlah, nak
meski ibu tak pandai menanak
nasi ini tetaplah nasi
meski perutmu terisi seencer bubur

Nak, bapak bukanlah tengkulak
tanah yang dibajak hanya milik para ningrat

Ayo, cicipilah keringat hatinya
agar darahnya menitis ke jantungmu
agar bahumu sekuat tiang-tiang
penahan beban

Tidakkah indah langit di atas pesawahan itu, nak?
pepadian pun runduk pada tanah kelahiran

Jangan !
airmatamu selaksa hujan
basahilah pipimu agar genang senyuman

Lihatlah bapak-ibumu
tak durja di hadapan Tuhan dan dirimu

Cuma ini bekal untukmu, nak
meski puput sudah tali pusarmu
meski ususmu banyak bercerita

Tentang kulit, biarlah setipis daun bawang
atau jasadmu terbungkus rasa malu

Usahlah dengar laguan burung pipit,
atau camar pencuri ikan teri nelayan jelata
: ambilah jatahmu dari negeri yang subur

Kelak kaupahami
tanah ini penuh arti

Kau ingat bapak pernah bercerita ?
negeri terindah di atas arjuna dan srikandi

Saat kau di pangkuan ibu,
matamu memencar terang bulan
yang menerobos lewat atap jerami

Seakan tiada langitan di rumah kita
seakan tiap malam kita berselimut cahaya.

Sajak [anak] Jablay

Tuhan,
aku dibelikan boneka
oleh-oleh dari mama, teman untuk tidur

Tuhan,
kamar mama kini juga ramai
ramai tamu yang slalu memberiku boneka

Tuhan,
aku kesepian
mama suka jeritan

Tuhan,
di sini banyak setan
mama suka diikat di ranjang

Tuhan,
aku rindu papa
yang tidur sendirian di kuburan

Tuhan,
aku…
aku…

Kau Bukan Mawar
Untukku tiada lain selain bunga bangkai, yang harumnya dari mayat-mayat serangga.

Laksana puteri raja, kau adalah bunga yang manja.
Dan ini, adalah tamanmu, duhai bungaku

“Lihat ! para kumbang sedang menghisap jantungmu

Lihat ! roh pangeran yang masih bergentayang mencari jiwanya,
kepayang sendirian di batu nisannya

kau telah meracuninya
kau menusuknya
dengan pedangnya sebagai maharnya

pangeran yang malang,
yang setia kau sanjung saban malam
yang tak mampu berebut tempat dengan lalat
setengah mati sebelum berhadapan dengan anak naga”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *