Olok-olok Dunia Facebook

Benny Benke
http://www.suaramerdeka.com/

BAGAIMANA dunia facebook dewasa ini dipandang oleh sekumpulan pekerja film? Dalam film drama komedi berjudul I Know What You Did on Facebook, dunia facebook yang telah menjadi ritus tak terpisahkan hampir semua orang itu dinarasikan secara olok-olok.

Meski tidak cerdas benar, Sisterbro, Digital Film Maker dan Shanker RS Production selaku penggagas film besutan Awi Suryadi itu, cukup mampu mengantarkan pesan yang tidak mengecewakan.

Sejumlah penulis skenarionya seperti penulis biografi Alberthiene Indah, Adithya Adji, dan Awi Suryadi sepertinya ingin memberikan sebuah wacana lain, betapa dunia facebook sudah sedemikian mengakar dan menjadi hal yang tidak terpisahkah dari perikehidupan dewasa ini.

Seluk-beluk pertautan perjalanan sejumlah tokoh yang menjalin tali perkasihan, persahabatan, hingga perselingkuhan di dunia facebook itulah, yang dikisahkan di film yang menurut rencana edar mulai tanggal 15 Juli ini.

Tidak ada yang berat di film ini. Meski dari judulnya kita semua bisa menebak sangat meniru judul film I Know What You Did Last Summer. Sebuah film rilisan tahun 1997 bergenre horror/slasher yang dimainkan sejumlah bintang, seperti Jennifer Love Hewitt, Sarah Michelle Gellar, Ryan Phillippe, dan Freddie Prinze Jr.

Box Office

Film yang sempat menduduki tangga box office itu kemudian berlanjut pada sekuelnya berjudul I Still Know What You Did Last Summer dan prekuelnya I’ll Always Know What You Did Last Summer.

Tapi, berpunggungan dengan versi film Hollywood itu, film I Know What You Did on Facebook jauh dari kisah berdarah-darah dan serentetan melayangnya nyawa pelakonnya. Buktinya, pelakonnya yang dimainkan oleh Fanny Fabriana, Edo Borne, Kimi Jayanti, Agastya Kandou, Yama Carlos, Imelda Therinne, Restu Sinaga, dan Fikri Ramadhan tetap sehat wal afiat hingga akhir cerita.

Awi yang pernah baik membesut film Claudia/Jasmine itu, dapat dikatakan berhasil menyajikan fenomena dunia facebook yang cenderung akrab dan dekat dengan dunia remaja dewasa ini. Kegenitan teknologi temuan Mark Elliot Zuckerberg bersama setiawannya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes itu, sebagaimana mata uang, diceritakan di film ini selalu mempunyai nilai positif, juga negatif.

Nah, dua sisi itulah yang membuat facebook menjadi rumah bagi orang-orang yang rajin menerakan status dalam kesehariannya. Meski tanpa disadarinya status yang sejatinya sangat privat itu, dapat menimbulkan efek berbeda bagi orang lain, yang cenderung membaca makna berbeda atas status yang telah diterakan itu.

Dunia perbedaan cara baca atau missinterpretasi status atau status yang memprovokasi dalam dunia facebook itulah, yang dikisahkan di film ini dengan cara olok-olok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *