Puisi-Puisi Heri Latief

Politik Peluru

lihatlah, penguasa ganas menembaki rakyat!
kekuasaan tak mau tau soal kemanusiaan
pejabat bangsat mandi darah rakyat
raungan pedih, derita jerit sakit korban
tangisan keluarga yang ditinggalkan
langit jakarta memerah!
politik istana pertumpahan darah
di tanjung periok tragedi diulang lagi
yang muda berani melawan pentungan
timpukan batu dibalas tembakan peluru
pengikut mbah periok nekat berjibaku
darah tumpah di tanjung periok bung!
stop segala semua cara politik kekerasan
bangsa indonesia, sudahkah kita merdeka?

Amsterdam, 15/04/2010

!

setelah situasi kacau terjadi
keangkuhan pernyataan pejabat
nyawa manusia dianggap angka
kaki tangan siapa punya cerita
jangan lupa kasus sebelumnya!

Amsterdam, 16/04/2010

Keberanian

kalau tak pernah mengalaminya
jangan bicara terlalu tinggi kawan
di atas langit katanya ada langit
di bawah persaingan ego mengganas
keberanian bukan tanpa perhitungan

Amsterdam, 18/04/2010

Ibu

puluhan tahun sudah berlalu
lupakah jalan pulang sayangku?
kulihat mata pengembara membatu
kerasnya semangat tak mau menyerah
dan kau tau betapa sejuknya senyum ibu

Amsterdam, 19/04/2010

Mama

kita memanggilnya mama, seorang ibu yg selalu siap mengurus anak2nya. semua keponakannya kenal dengan senyum manis makdangnya, yg datang ke jakarta setelah perang kemerdekaan, tanda luka di kakinya, akibat pecahan mortir di zaman agresi kedua belanda di bukittinggi, dibawanya pergi merantau ke masa depan.

60 tahun yg lalu, beliau ke jakarta bersama suami dan 2 anaknya yg masih kecil itu, berjuang dalam kerasnya kehidupan kaum perantauan. mulainya cerita di kebon kosong, di daerah kalibaru.

rumah berlantai tanah mengejutkan hati anak sulungnya, semua kesederhanaan sesuai keadaan ekonomi yang ada saat itu. perjuangan hidupnya jatuh bangun, jakarta bukan ibukota yg tak punya perasaan?

ratusan sajak sudah kutulis, baru pertama kali ini aku menulis tentang mama, makdang buat semua keponakannya.

semoga beliau di sana tau, aku selalu mengingatnya, swaranya yg lembut menerangkan arti kata yg sulit jadi gampang. ibu adalah orang pertama yg membukakan kita jendela dunia.

terima kasih mama. rinduku selalu padamu.

Amsterdam, 19/04/2010

Bisu

merah langit senja menyala.
lautan mimpi yang tak bermuara.
sajak dari segala ramuan kata.
memasung hayalan, siapa suruh?
berlari mengejar bayangan, bisu.

Amsterdam, 19/04/2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *