Sajak-Sajak Heri Latief

Membela Keadilan

bacalah sejarah kisah para pejuang anti penindasan, yang anti penjajahan, membela bangsanya demi cita-cita kemerdekaan sejati, yang dibilang semangat 100% merdeka! kapan itu semua terjadi? setelah proklamasi 45 berapa banyak korban jiwa yang ditumbalkan kerna kerakusan napsu para pejabat sialan pengkhianat rakyat.

sekarang, gajinya pejabat per bulan ribuan dollar, di luar pagar parlemen setiap hari orang mati kerna penyakit kemisikinan. lalu apa yang dirasakan? keadilan hanya buat orang kaya, dan kemelaratan makin membusuk di lumpur penindasan. di villa mewah orang yang berkuasa, koneksi politik lagi asik pesta barbekyu. si miskin tinggal di bawah kolong jembatan jalan ekonomi kapitalis, ironis.

tak ada lagi air sisa mata buat segala kegagalan gerakan akar rumput, evaluasi dan otokritik saja tidak cukup buat menutupi kenyataan di bawah, perpecahan akibat persaingan ego. goyangan genit bunyi uang recehan juga bukan kasus sembarangan, akibatnya menuai kelemahan dan gampang di adu domba.

berubah tanda merahnya langit gelisah, muram senja di jakarta, tak ada yang tau permainan tangan tangan tak kelihatan. bersiap diri menyambut zaman perubahan, bangkitkan solidaritas dalam perjuangan, berani mengasah nyali demi membela keadilan!

Amsterdam, 12/04/2010

Yang Muda Yang Melawan!

demi keuntungan pemodal, hutan hangus dibakar orang rakus.
paru paru dunia dibabat jadi perkebunan kelapa sawit.
penduduk asli pun diusir, habitatnya dihancurkan.

akibatnya, badai hujan jadi langganan. lingkungan hidup tercemar.
uang jadi kayak tuhan, digadaikan iman ke setan
pejabat busuk bisa disogok anunya, karakter jahat koruptor.

generasi muda diracun limbah industri, tanggungjawab siapa?
pemerintah sibuk membeli koalisi, lumpur lapindo dosa siapa?
mengulur waktu sampai orang lupa, represi tiangnya berkuasa.

warisan orba bau dan borokan. luka indonesia masih bernanah.
siapa itu yang berlagak tak mau tau sejarah?
hitler, polpot dan jendral suharto contoh kezaliman rezim.

dimana anak muda yang berani maju ke depan.
yang tua biarkan layu sendiri, jangan mau tertipu lagi.
majulah kaum muda, lawan ketidakadilan!

Amsterdam, 12/04/2010

Janji Surgawi

rembulan pucat sayu, mengikuti jejak derai hujan.
getaran nada kenikmatan, asik bercumbuan.
cemas petir menunggu giliran, langit bisu. suram.
bernapsu dalam panas bara sekam. diam.
angin menebar wangi-wangian janji surgawi.
terpesona, dan tunduk pada tanda tanda alam.

Amsterdam, 11/04/2010

Jalan Sesat

spanduk, poster dan baliho dipasang menyambut tuan besar, jalanan disterilkan dari bayangan kaum gelandangan, langit pun disemprot minyak wangi sintetis, para petinggi dan pejabat bergaya genit pengemis klas tinggi berdasi sutra pula, mukanyapun disemir mengkilap, maklumlah tamu agung datang membawa segepok hutang, bersoleklah seisi istana.

tanah airmu
dikapling maling
politik mandi uang

bertrilyun-trilyun rupiah uang hasil bumi indonesia lenyap disedot orang luar, yang berkomplot dengan orang dalam, bukti sistem yang korup, pengadilan bisa diatur mafia makelar kasus, dan orang nomor satu di republik ini bisa dibikin tak berkutik.

gelombang api
isu membawa tipu
pusat bencana

Amsterdam, 09/04/2010

Bisnis Kasus

ketidakadilan merajalela bung
yang miskin makin sengsara
yang kaya membeli perkara
tikus rakus komplotan gayus
jual beli bisnis negeri kasus

Amsterdam, 09/04/2010

Sajak buat kawan kita
: Benyamin Laya

musiknya punya cerita, katanya
teks lalu masa lalu makin seru
nyanyian kita di jaman masih muda
sampai kapankah dunia berputar
gayanya pemuja like a rolling stones
melupakan usia menjelang senja?
jangan sembunyikan semua kenangan

Amsterdam, 08/04/2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *