Petualangan Tak Mesti Dongeng

Judul buku : ALEX and The Ironic Gentleman
Penulis : Adrienne Kress
Jumlah Hal : 308
Penerbit : Dastan Books (edisi Indonesia)
Peresensi : Bambang Isti
http://entertainmen.suaramerdeka.com/

HARRY Potter untuk saat ini bisa saja menjadi kisah yang masih jadi besimaharaja bagi banyak kisah fiksi petualangan. Dari novel mau pun filmnya, Harry Potter yang digemari dan ditunggu masyarakat dunia mamang fenomenal. Tapi, boleh dipercaya, dalam kurun waktu tertentu ia akan habis masa kejayaannya, tinggal menunggu kisah lain yang sanggup menandinginya.

Alexandra Morningside, bisa saja menjadi icon baru di dunia fiksi petualangan baru, khususnya bagi anak-anak jika orang sudah melupakan Harry Potter. Sama dengan Potter yang lahir dari rekaan penulis wanita, penulis Adrienne Kress juga telah menciptakan tokoh Alex.

Buku Alex and The Ironic Gentleman – Petualangan Mencari Harta Karun Wigpowder yang diterbitkan Weinstein Books New York ini mencoba menjadi “petualangan” baru di dunia fiksi petualangan. Terjemahan Anggraini Novitasari (Dastan Books) mampu menghadirkan cerita ini menjadi amat cair.

Adalah seorang bocah perempuan usia sekitar 10 tahun. Ia bernama Alexandra Morningside. Ketiadaan kedua orang tuanya, menyebabkan Alex tinggal bersama pamannya sampai ia menyongsong masa remajanya. Pertemuannya dengan Mr Underwood yang masih keturunan bajak laut terkenal Infamous Wigpowder yang juga menjadi gurunya sekaligus, akhirnya mengubah kehidupan Alex.

Bagaimana Alex remaja yang untuk pertama kalinya merasakan sensasi ketika menyesap sedikit sampanye yang beralkohol di suatu pesta (bab ke lima belas). Maka pengalaman demi pengalaman yang mendebarkan menyebabkan Alex tumbuh menjadi wanita kuat, termasuk ketika ia harus berhadapan dengan The Ironic Gentleman, yakni sekawanan bajak laut yang menculik Mr Underwood hanya untuk mengkorek keberadaan harta karun Wigpowder.

Rintangan demi rintangan dihadapi Alex, termasuk dari putri Komunitas Pelestarian Pendirian Negara. Usaha penyelamatan sang guru ini menjadi begitu dan inovatif ditulis Andrienne Kress dengan alur yang indah dan fantastik, bakan realistis dengan dasar cerita yang memang tidak seperti dongeng.

Kalau itu benar, maka yang ditulis Barnes&Noble di testimoni buku ini: “Jika Anda menyukai Harry Potter dan semua kisah sejenisnya, Anda akan menyukai Alex and The Ironic Gentleman”, dan itu memang tidak menjadi isapan jempol. Bedanya, jika Harry Poitter mengumbar dongengan, buku ini sebaliknya.

Kisah fiksi petualangan, nampaknya memang tak akan pernah usai ditulis. Tapi bahwa petualangan tidak harus dongeng, rupanya hanya ada di karya Adrienne Kress ini.

One Reply to “Petualangan Tak Mesti Dongeng”

  1. saya sangat salur kepada mereka yang berkiprak sebagai pengarang fiksi. daya imaginasi mereka benar-benar sangat mengagumkan. kita juga cukup beruntung karena punya pengarang-pengarang sekaliber Andrea Hirata dan habiburahman. Karya-karya mereka tidak lagi merajai sastra nasional akan tetapi mampu mendobrak pasar internasional. semoga ke depan banyak lagi pengarang-pengarang seperi mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *