INTRIKS

Judul : Razonca Rumah Merah Kita
Penulis : Irwan Bajang
Tebal : 188 halaman
Edisi : cetakan I x + 192 hal, 13 x 20,5 cm
Agustus 2008
Penerbit : Copernican _ Kelompok Jagad Media
Peresensi : Lina Kelana
http://lina-kelana.blogspot.com/

Karya shobat Irwan bajang layak kita nikmati. Novel yang mengisahkan tentang konflik yang terjadi dalam suatu negara Sailon. Sailon yang terdiri atas pulau Jagze, Balehoem, dan Koblem sebagai sentral pemerintahan Sailon. Konflik kekuasaan dan sentralisasi pemerintahan menjadi latar yang diangkat shobat Irwan. Konflik yang mungkin pula terjadi pada setiap negara. Termasuk Negara kita Indonesia, atau negara tetangga. Intrik terjadi karena para politikus saling bersaing kedudukan. Dengan politik ?adu domba? dan ber?mulut manis? untuk kepentingan rakyat, mereka melancarkan aksinya demi tercapainya tujuan. Masyarakat Pulau Jagze dan Balehoem menuding pemerintah Koblem beserta masyarakatnya sengaja ?memeras? sumber daya alam dan ?memanfaatkan? ketertinggalan kedua pulau tersebut demi keuntungan para pejabat pemerintahan.

Tak terlupa, cerita cinta menjadi bumbu pelengkap dari novel ini. Cinta tak berakhir bahagia antara Ariaseni dan Zonca ( Razonca Dirzamsa) yang tumbuh dari kebersamaan mereka di Rumah Merah. Sebuah organisasai yang didirikan bersama dengan Verzaya. Pemuda bangsa Sailon ini berjuang keras mencari dan menggembleng anggotanya menjadi ?prajurit? yang tangguh membela kebenaran. Dengan semangat kuat mereka menolak ?kebijakan? yang dibuat pemerintahan Koblem. Mereka beserta anggota dengan keras menentang disintegrasi pemerintahan Sailon. Perjuangan untuk mengembalikan fungsi pemerintahan tidaklah mudah. Banyak kecaman dan perlawanan yang mereka dapatkan. sebagai pemuda yang juga mahasiswa sebuah universitas Negeri Sailon (UNS) mereka adalah pahlawan perjuangan yang pantang menyerah menghadapi rintangan.

Klimak yang terjadi adalah ketika keadaan negara semakin terpuruk. Terjadi baku hantam di sana sini. Maski dengan berat hati Razonca dan Veryaza diharuskan pulang oleh orangtuanya masing masing. Razonca pulang ke pulau Jagze dan Veryaza ke Pulau Balehoem, tempat meraka dilahirkan. Sedang Aria tetap tinggal di Koblem yang merupakan tempat tinggalnya sejak dilahirkan. Hubungan ketiga sahabat ini tetap terjalin melalui sebuah radio yang difasilitasi oleh Aria. Cinta Zonca dan Aria terhubung lewat komunikasi udara. Sampai suatu ketika Verzaya mengetahui latar belakang Aria. Aria yang selalu tertutuo untuk menceritakan latar belakang dan jatidiri keluarganya akhirnya terbongkar oleh sebuah pemberitaan surat kabar Nasianal Sailon langganan Veryaza. Kabar ini kemudian disampaikan kepada Zonca. Hingga terjadilah perpecahana persahabatn dan cinta antara ketigannya. Zonca, yang pada mulanya berjuang keras menolak pemberontakan yang dilaukan rakyat Jagze pimpinan Andarusa pada akhirnya didukung sepenuh hati oleh Zonca. Taktik dan stategi yang dilakukan Zonca membuatnya diangkat sebagai pimpinan pemberontakan. Zonca melalui seranganya berhasil menaklukkan beberapa wilayah penting dari pemerintahan Sailon. Keinginannya untuk mengambil alih pusat pemerintahan Koblem, serta memindahkan sentral pemerintahan Sailon ke Jagze menjadi sumbu utama perjuangannya. Sedang Veryaza beserta kelompoknya menuntut otonomi penuh, alias memisahkan diri dari Koblem maupun Jagze. Balehoem ingin merdeka dari negara Sailon. Pembayaran pajak dansebagainya yang berhubungan dengan pemerintahan Sailon dihentikan secara keseluruhan.

Gaya tutur dan penyampaian shobat Irwan dalam novel ini sederhana dan sangat komunikatif. Saya yakin semua kalangan bisa menikmati. Diawali dari kisah kehidupan Zonca di Kagze beserta keluarganya, secara runut Irwan mulai mengupas masing masing tokoh dan lingkup hidupnya dengan detil. Saya toidak tahu pasti apa yang menginspirasi shobat Irwan dalam pembuatan novel ini, tetapi saya yakin ide yang dituang sangat bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *