Pertunjukan Tari ?Yang Tidak Biasa?

Alex Suban
http://www.suarapembaruan.com/

Kelompok tari kontemporer Compagnia Artemis Danza asal Italia memainkan nomor tari kontemporer bertajuk ?I Bislacchi Omaggio a Fellini? dalam pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta, Selasa (19/10). Pertunjukan tari yang ditata oleh Monica Casadei ini adalah sebuah penghargaan terhadap tokoh sineas Federico Fellini.

Sejumlah penari secara berpasang-pasangan mulai memasuki panggung satu per satu tanpa diiringi dengan musik. Perlahan tubuh mereka membentuk formasi segitiga dan mulai melakukan gerakan-gerakan tarian yang menyerupai gerakan dalam tari balet, seperti berputar dan meloncat secara bergantian. Gerakan-gerakan mereka semakin bersemangat dan atraktif ketika musik karya musisi Nina Rota mulai mengiringi penampilan mereka.

Memasuki babak kedua, para penari mulai melakukan hal yang unik dengan melakukan gerakan-gerakan jenaka yang menggambarkan kegiatan sehari-hari, seperti bangun tidur, mandi, serta pergi beraktivitas menggunakan kendaraan roda empat.

Selain itu, di bagian ini, mereka juga menggunakan suara-suara dari mulut yang kerap mengundang tawa penonton untuk mengiringi gerakan tarian mereka. Setting panggung minimalis dengan lampu sorot yang kerap menyoroti penari dan menghasilkan bayangan di latar belakang menjadi bagian artistik dari pertunjukan tari kontemporer ini.

Pertunjukan tari bertajuk I Bislacchi Omaggio a Fellini atau memiliki arti ?Yang Tidak Biasa? ini merupakan karya koreogfer Italia, Monica Casadei, yang khusus diciptakan sebagai penghargaan terhadap sineas dunia berkebangsaan Italia, Federico Fellini. Koreografer muda yang juga menjadi penata tari untuk sejumlah pertunjukan teater dan opera di eropa ini menampilkan gerakan-gerakan tarian yang dikolaborasikan dengan teater. Bahkan, beberapa gerakan banyak diadopsi dari adegan film-film karya sang sineas.

Ciri khas Fellini yang kerap menampilkan suasana sentimental dan puisi seperti dalam filmnya yang bertajuk Il Lungo Viaggio juga terlihat pada pertunjukan tari kontemporer yang dibawakan oleh kelompok tari Campagnia Artemis Danza.

Suasana sentimental ditunjukkan dengan alunan musik romantis yang mengiringi penampilan sepasang penari dengan penggunaan warna-warna cerah dari lampu yang menyinari panggungnya.

Cuplikan-cuplikan kata-kata puitis dan suara dalam adegan film Fellini juga sempat beberapa kali menjadi illustrasi dalam pertunjukannya kali ini.

Koreografer lulusan Universitas Bologna, Italia, bersama dengan kelompok tarinya ini telah menghasilkan 25 karya tari yang telah dipentaskan diberbagai teater dan festival terkemuka di berbagai negara, seperti Prancis, Belgia, Swiss, Albania, Kolombia, Vietnam, dan Korea.

Pertunjukan tari berdurasi 60 menit ini diselenggarakan dalam rangka peringatan acara Pekan Bahasa Italia ke sepuluh dan hasil kerja sama dengan Gedung Kesenian Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *