Puisi-Puisi Yusuf Susilo Hartono

http://sastra-bojonegoro.blogspot.com/
Pekarangan Hati

Tanamlah di pekarangan hatimu pohon-pohon teduh
Agar harum bunganya lewat nafasmu mengembara
Jadi kalimat-kalimat bijak yang ujungnya kearifan

Tanamlah di lorong-lorong kenanganmu kata-kata emas
Agar di tengah kegelapan malam akan memancarkan cahaya
Bagi orang-orang yang kehilangan peta.

Petiklah setiap sudut detik waktu-Mu dengan rasa syukur
Agar putih tetap putih dalam lautan pancaroba warna
Amien.

Jakarta, 27 Oktober 2009

Indonesia, Hapuslah Air Matamu
# 7,4 Skala Richter

Darah itu berceceran di batu-batu dan tebing-tebing bisu
Tasikmalaya, Cianjur, Garut, terik dan tangis berlarut
Setelah lempeng-lempeng menari di bawah 7,4 skala richter
Nyawa-nyawa melayang rumah-rumah lumat bersujud ke bumi

Mata siapakah itu yang tak pernah lepas memandang
Peta kita di kertas waktu yang lusuh?
Tangan siapakah itu tak lelah mengusap air mata
Di antara istighfar?

Jakarta, 05 September 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *