Sastrawan Perancis Le Clezio Raih Nobel

Ibnu Rusydi
http://www.tempointeraktif.com/

Penghargaan Nobel bidang sastra menjadi milik Jean-Marie Gustave Le Clezio, 68 tahun, sastrawan Prancis. Nama itu diumumkan di Akademi Swedia, kemarin pukul 1 siang waktu setempat atau pukul 18.00 WIB.

Le Clezio menarik perhatian melalui novel Desert pada 1980. Akademi Swedia, pemberi Hadiah Nobel, mengatakan karya itu memuat citra menakjubkan sebuah kebudayaan yang hilang di padang pasir Afrika Utara, yang bertolak belakang dengan Eropa di mata para imigran gelap.

Melalui novel-novel Terra Amata, The Book of Flights, War, dan The Giants, Akademi Swedia menilai Le Clezio sebagai pengarang yang terlibat dengan lingkungannya. Le Clezio lahir di Nice, kemudian pindah ke Nigeria bersama keluarganya. Ayahnya bertugas sebagai dokter dalam Perang Dunia II.

Karya terakhirnya pada 2007 adalah Ballaciner, yang oleh Akademi disebut sebagai esai personal mengenai sejarah seni film dalam hidup pria itu. Karyanya juga mencakup kisah untuk anak-anak seperti Lullaby (1980) dan Balaabilou (1985).

Hadiah Nobel pertama di bidang sastra diberikan pada 1901 kepada filsuf sekaligus seniman puisi Prancis, Sully Prudhomme. Juri menilainya menunjukkan kombinasi penting antara kualitas intelektual dan hati nurani. Peraih Nobel sastra selanjutnya berasal dari berbagai kebudayaan maupun bahasa. Tahun lalu, hadiah itu jatuh kepada Doris Lessing dari Inggris.

Panitia sudah mengumumkan para peraih Hadiah Nobel di bidang kesehatan, fisika, dan kimia. Setelah pengumuman untuk bidang sastra, akan menyusul pengumuman untuk bidang perdamaian dan ekonomi. Informasi seputar para nomine, investigasi, dan opini terkait Nobel tetap dirahasiakan hingga 50 tahun setelah penghargaan diumumkan.

Ibnu Rusydi | AP | Nobelprize.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *