BUSYRO MUQODDAS, Biografi Sang Buldozer Koruptor

Judul : Ideologi Pengacara Jalanan : Penyuara Nurani Keadilan
Penyusun : Binhad Nurrohmat, Eva Dewi
Editor : Nina Pane
Desain : Ahmad Wahyudi
Penerbit : Setjen Komisi Yudisial RI
Cetakan : Pertama, 2010
Isi : 364 Halaman
Peresensi : Yudhiarma
http://www.suarakarya-online.com/

Setiap era memiliki arus utama sendiri, Orde Lama dengan jargon “revolusi”, Orde Baru dengan moto “pembangunan”, kini good and clean governance serta perang melawan korupsi menjadi mainstream reformasi. Dan buku ini, banyak mengupas sosok M Busyro Muqoddas SH MHum yang kini dipercaya menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pekerja keras kelahiran Yogyakarta, 17 Juli 1952 yang sebelumnya merupakan ketua merangkap anggota Komisi Yudisial RI 2005-2010 ini, memang dikenal sebagai penyuara keadilan.

Busyro Muqoddas lulus sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada 1977. Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UII. M. Busyro mengawali karier di bidang hukum pada tahun 1983 sebagai Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum UII.

Ia pernah menjabat Pembantu Dekan III (1986-1988), dan Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Fakultas Hukum UII hingga tahun 1990. Gelar magister hukum diperoleh dari Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (1995). Pada tahun 1995-1998, ia menjabat Ketua Pusdiklat dan LKBH Laboratorium Fakultas Hukum UII.

Pada 25 November 2010, Busyro terpilih sebagai pimpinan KPK, setelah melalui proses pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat mengalahkan calon lainnya, yakni Bambang Widjojanto. Dia kemudian juga terpilih sebagai Ketua KPK mengalahkan Bibit Samad Riyanto dan M Jasin Pada 1999, sebagai pimpinan Fakultas Hukum UII, ia menjadi delegasi dekan-dekan fakultas hukum se-Daerah Istimewa Yogyakarta ke DPR untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran tentang RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya.

Busyro juga pernah menjadi anggota Dewan Kode Etik Ikadin Yogyakarta (1998-2000), dan juga anggota Dewan Etik ICM Yogyakarta (2000-2005). Pria yang gemar membaca buku dan berolah raga ini, memiliki banyak karya ilmiah. Antara lain, Politik Pembangunan Hukum Nasional dan Kekerasan Politik yang Over Acting. Dia juga pernah bergabung dalam anggota tim riset konflik Maluku dan tim penulis buku Peran Polisi dalam Konflik Sosial Politik di Indonesia.

Karena kemampuannya, Busyro dipercaya memegang jabatan terhormat sebagai Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia periode 2005-2010. Ia sangat dekat dengan aksi antikorupsi, salah satu contoh kasus yang pernah ditanganinya adalah gugatan terhadap Bupati Wonosobo, atas nama pedagang pasar tradisional pada 1997. Buku ini mengulas biografi Busyro yang kini dijuluki “sang buldozer koruptor”.