Kroni Hitler

Peresensi: Muhammad Amin
http://www.riaupos.com/
Penulis: Fernando R Srivanto
Penerbit: Narasi, Jogjakarta
Cetakan: Pertama, 2008
Tebal: 175 halaman

Mendengar nama Hitler tentu akan menimbulkan kesan tersendiri, kengerian. Ia adalah sosok penjagal kelas wahid selama perang dunia II. Tentu saja, selama melakukan aksi sadisnya secara massal, tidaklah kedua tangannya saja yang bekerja. Hitler memiliki organisasi dan perangkat yang membantunya dalam setiap langkahnya.

Dalam setiap kebijakannya, partai Nazi adalah salah satu kekuatan terbesar Hitler selain pasukan khususnya SS. Nazilah yang menjadi nyawa gerakan Hitler dan anak buahnya. Banyak sekali anggapan bahwa Nazi dikendalikan Hitler sepenuhnya dan anak buahnya mengikuti saja tanpa reserve. Kepemimpinan yang kuat dari Hitler menjadikannya seolah raja di raja yang tak terbantahkan dalam Partai Nazi.

Namun benarkah demikian? Faktanya ternyata tidak. Kejatuhan Hitler dan kekalahannya di banyak front perang dunia II tak lain karena adanya unsur pengkhianatan dari anak buahnya. Ada juga intrik dan balas dendam dari anak buah dalam internal Nazi sendiri. Hitler memang sempat mengendus adanya pengkhianatan itu. Menjelang kekalahannya dalam berbagai front perang, Hitler sempat ‘’dihadiahi’’ bom yang diletakkan di tempat duduknya. Ia sendiri lolos dari serangan maut itu. Namun dalam keadaan terluka, Hitler masih sempat meretaskan amarahnya. Kendati sudah terlambat, namun Hitler masih sempat menindak pengkhianat itu, membabat habis kekuatannya.

Buku Gang of Nazi ini mengisahkan tentang 12 orang terdekat Hitler yang berperan besar di Nazi. Namun selain berperan dalam membesarkan Nazi, mereka juga berperan dalam pengeroposan partai. Ternyata, di balik loyalitas, intelektualitas, profesionalisme yang mereka tunjukkan, terselip beban psikologis yang cukup mendalam. Ada juga intrik politik dan saling berebut pengaruh di kalangan loyalis dan orang-orang terdekat Hitler. Tujuannya tak lain untuk menarik hati Hitler, atau justru takut dihukum.

Buku ini mengupas 12 tokoh di seputar Hitler tersebut. Sebenarnya terdapat banyak sekali tokoh-tokoh Nazi yang menopang kejayaan Hitler. Namun 12 orang itu dipandang cukup representatif untuk mewakili. Di sana ada Rudolf Hess yang diam-diam menyusup ke Inggris pada tahun 1941 untuk mengajukan tawaran damai.

Ada juga Ernst Rohm, pimpinan pasukan SA yang ternyata homo, lalu dihukum mati. Tokoh yang cukup kontroversial adalah Reinhard Heyrich, yang berjuluk si Jagal dari Praha. Ia dikabarkan keturunan Yahudi, bangsa yang paling dibenci Hitler, yang tentu bertentangan dengan semangat Nazi sebagai musuh nomor wahid Yahudi. Salah satu orang terdekat Hitler, Herman Goring ternyata pecandu morfin. Ada juga orator ulung Josseph Goebbels yang juga kepercayaan Hitler sejak lama.

Selain nama-nama itu, buku ini juga memaparkan orang-orang dekat Hitler lainnya seperti Martin Bormann, Alfred Rosenberg, Heinrich Himmler, Albert Speer, Joachim Von Ribbentrop, Julius Streicher, dan Ernst Kaltenbrunner. Kebanyakan mereka berkiprah bersama Hitler sejak kebangkitan gerakan Nazi. Namun ada juga yang mencul belakangan dan langsung mampu dekat dengan diktator itu.

Masing-masing orang terdekat Hitler ini memiliki sisi menariknya. Buku ini memaparkan satu persatu kehidupan 12 orang terdekat Hitler ini. Ungkapannya tak jauh dari bagaimana orang-orang ini bertemu dan bekerja sama dengan Hitler, latar belakang kehidupan mereka, loyalitas mereka, atau mungkin pengkhianatan yang mereka lakukan.

Buku ini merupakan bacaan penting bagi penggemar kisah Perang Eropa, terutama yang berkaitan dengan petualangan Hitler. Bahasanya yang lugas menjadikan buku ini lebih menarik dan enak dibaca.***