Gadis Arivia Luncurkan Filsafat Berperspektif Feminis

Anastasya Andriarti
http://www.tempointeraktif.com/

Gadis Arivia, Rabu (8/10), meluncurkan buku “Filsafat Berperspektif Feminis.” Buku dengan sampul bergambar seorang pemikir perempuan ini merupakan rangkuman disertasi dirinya saat menyelesaikan program doktoral Filsafat di Universitas Indonesia.

“Buku ini mengeksplorasi pemikiral filsuf-filsuf besar dari jaman Yunani sampai kontemporer,” kata Gadis yang sore itu mengenakan blus berwarna krem dengan celana panjang bermotif garis-garis. Dari 14 filsuf yang diteliti, seperti Plato, Aristoteles, Agustinus John Locke, David Hum, ternyata pemikiran mereka kebanyakan meminggirkan perempuan. “Tidak ada ruang bagi pemikiran feminis dalam mainstream mereka,” kata Gadis.

Perempuan yang memulai penelitiannya tahun 1996 ini menggunakan pendekatan dekonstruksi untuk memperlihatkan pola-pola pikir maskulin. Ia menemukan adanya perbedaan cara mendekati ilmu pengetahuan antara laki-laki dan perempuan. Sebagai contoh laki-laki jika berbicara masalah keadilan atau etika maka mereka bicara soal etika keadilan. Sedangkan, menurut Gadis, perempuan pada saat yang sama lebih mengedepankan etika kepedulian.

Dalam prakteknya di masyarakat, etika kepedulian lebih menguntungkan perempuan dibandingkan etika keadilan. “Nah, misalnya dalam kasus perkosaan etika keadilan akan menuntut bukti-bukti untuk menentukan pelaku dihukum atau tidak,” katanya. Sedangkan dalam etika kepedulian, jelas Gadis, bukti-bukti ini akan menjadi sekunder. Bagaimana perasaan kaum perempuan yang menjadi korban lebih menjadi pemikiran utama.

08 Oktober 2003