Sajak-Sajak Fikri MS

Hujan Dini Hari

Ini waktu beranjak menuju pagi mengetuk adzan
Sebentar lagi kokok jago kasih tanda dan pintu kamar mandi akan berderak dibuka ayah.

Demikianlah hujan dini hari ini mengantarku pada meja tulis
untuk guratkan kesaksian bahwa waktu kian jalang
Lalu, esok senja disambut purnama
Lalu, dini hari lagi

Namun hujan, akankah sama?
Sementara belum nampak ada yang berubah

Berubah menjadi nyata sebagai kebenaran
Bahwa aku tak lagi kanak-kanak

Mencoret buku pelajaran menulis puisi menjadi sama saja

28 Januari 2010

Milik Siapa

Seorang anak menjemur tubuhnya di bawah matahari
Ini tubuh milik siapa tuan? Tanyanya
Dan matahari siapa punya?
Dan tuan milik siapa?

Siapa gerangan yang bertanya ini? Tanyanya lagi.

Di tangan kirinya sebuah buku berwarna merah menyala, silau
Ia berteriak lantang mengeja abjad dari A sampai N

Huruf-huruf ini pun milik siapa?
Lalu sisanya siapa punya?

Urat lehernya menjalar seperti ular membelit
Nanar matanya menantang terik.

Yang aku tahu, panas ini begitu menyengat tuan!

Branda, Januari 2011

Aku Tuliskan Sajak Ini

Di atas bukit di bawah senja ditutupi awan biru keabu-abuan
Kutulis sajak ini sementara kelat kopi masih terasa di tenggorokkanku
Aku ingin mengabarkan tentang daun hijau yang bergelombang
Aku ingin menulis percakapan burung layang-layang yang hinggap di dahan akasia
Aku ingin tuliskan sunyi gubuk-gubuk petani atau
Asap yang mengepul dari dapur-dapur mereka.

Tetapi semuanya hanya keinginan yang kulewatkan
Seperti senja yang melewati batas pandang

Aku tulis
Aku tuliskan sajak ini
Melawan gumpalan gelombang awan dan hutan
Mematikan celoteh burung layang-layang atau
Membakar gubuk-gubuk petani atau
Menyiram dapur-dapur mereka

Sebab keindahan telah berkhianat membungkus derita alam dan petani.

Bukit Really, Februari 2011

——–
Fikri MS, Lahir di Muara Enim, Sumatera Selatan, 12 November1982. sejak th 1998 melanjutkan pendidikan di Jombang, Jatim sampai lulus kuliah th 2008 S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP PGRI Jombang.
Berbekal pengalaman ‘main’ teater di Komunitas Tombo Ati (KTA) Jombang, Agustus 2008 mendirikan Sanggar Teater Gendhing (STG), mengelola kedai baca (Beranda), di kampung halaman sampai sekarang.