Puisi-Puisi Dwi Rejeki

http://www.suarakarya-online.com/
Anakku

permata hatiku
maafkan aku
bila tak bersamamu
dua belas jam dalam sehari
bukan aku kompromi pada dunia
dan bersujud pada Tuhan kita
dan coba pahami pada harta
aku hanya kompromi apa maunya
hingga kerja ini bagai berseni
harus dibuat indah
dan berselera

maafkan aku bila
tak bersamamu
dua belas jam dalam sehari
tak kusentuh
dan kujaga dirimu.

Surabaya, Nopember 2010

Tuhan, Dekap Aku

Tuhan, kemarilah
dekap aku
injak tanah ini
dan rasakan telapak kaki
yang terpanggang
tanah kering
terpecah karena panas

gulungan ombak yan gmenari hampa
daun daun jati yang kering
rontok dan sebagian terbnakar

aku jejaki sepanjang jalan
menuju rumahMu
hampir setiap detik
kerindukan hadirmu

Tuhan, kemarilah
dekap aku
ya dekap erat aku
biar sesak nafasku
ingin kurasakan hadirmu
dalam rinduku ke rumaMu
menebus banyak kelapaan

Gresik, Desember 2010

Putri Bungsuku

malam ini aku
akan ceritatentang surga
tempat yang diidamnkan
semua manusia
Tuhan
malam ini dan
malam selanjutnya
ibu tidak akan pernah
cerita tentang neraka

ibu takut kau nanti
sibuk dengan dirimu saja
berusaha bersihkan diri
dan berdekatan dengan
Tuhanmu saja

harimu bersibuk diri
menghindari neraka
hingga sesamamu kau biarkan
hidupmu tertindas
matiu putus asa

jangan seperti itu
ya anak bungsuku
jangan.

Sidoarjo, Desember 2010

Pesan

Anakku, Lanang
kalau kau jadi pejabat negara
pergilah ke Jakarta
atau Bali pakai bus saja
selain murah
banyak pemandangan
akan membuatmu berubah
dengan 26 jam perjalanan
bisa kau cium wangi susah
dan senang napas mereka
kalau pakai pesawat terbang
ya cuma satu setengah jam saja
pemandangan yang didapat
cuma awan saja
memang indah dan tenang
tapi jangan sampai pikirmu
terbayang bangsamu
hidup nyaman
dan mapan.

Denpasar, September 2010