Puisi-Puisi Linda Sarmili

http://www.suarakarya-online.com/
Bundaku

Melepas pergimu dengan ikhlas
rasa berat dan tak mungkin
tapi ku juga tak bisa
menghindari takdir
kehilanganmu mebuatku goyah
pedih perih melulihlantakkan
hati dan jiwaku
maafkan aku ibu
yang tak juga relaq melepasmu
musim telah berlalu
tapi rinduku tetap padamu
bundaku
duka dunia akankah bertepi?
Tak ada yan gbisa kelakukan kani
Selain pasrah menyerah
padamu Ya Robby
atas segala permainan
hidup dan nasib
yang digariskan
Bunda, kubentang jalanmu
menuju Surga
dalam setiap doa dan airmata
mengiringimu di pembaringan sepi.

Rindu

Menanti angin
menambat harimu
di kesunyian jauh
ku bertanya pada bunga
juga pada ilalang
pergimu sisakan rindu
dan semakin berkibar
mengatasi debu
menyapa awan
melintasi kaki langit
gemuruh nafas
berderak memanggil
rindu meratap
dalam kenangan
ku bersandar pada langit
pada kerlip bisu malam
mengusung namamu
berpendar bintang

Terjebak

aku pernah tersesatbumi tak berjejak
aku terperangkap
dalam belantara tak berhuni
sayupku dengar suara memanggil
hendak membawaku kembali
kaki terasa berat
dan tak ingin
lama ku terjebak
dalam pusaran tak bertepi
hati pernah berpaling
dari pintuMu
kini terkirim padaku
sejarah sembilan wali
menggema dalam tabir puisi
kini menyeretku kembali
dalam sujud
dalam genangan sesal yang tulus
di atas sajadah
kugantungkan seluruh khilaf
dan tangis
untuk ampunanMu

Jadi debu

Ada yang lepas
dari dasar hati
rasa cinta juga rindu
telah terkubur
bersama nafasmu

ada yang kuberikan
batas kasih
hanya sepenggal harap
terkoyak ikatan semu

api cinta
telah padam
jadi debu

Kasih

ditengah harapku
menanti seberkas kasih
yang luntur dirambati ragu

lihatlah kedalaman
jiwa yang letih
menanti jatuhnya embun

hujan telah berlalu
kini hati bekutak punya rasa

tak ada asa
walau kau belah hatiku