Riwayat lukisan Kucing karya S. Yadi K


Fatah Yasin Noor *

Riwayat lukisan karya S. Yadi K ini lumayan unik. Singkat cerita lukisan gambar kucing ini akhirnya kembali lagi kepangkuanku sekarang. Dikirim dari Jakarta via JNE. Aku terima dua hari yang lalu. Begini: kalau tidak salah tahun 1996, lukisan itu dengan amat terpaksa aku lepas. Yons DD dan Catur Arum datang ke rumah membawa lukisan itu atas pesan pamannya di Jakarta. Berangkatlah lukisan itu, tidak besar, seukuran Tab 10 inci ke Jakarta. Sebetulnya waktu itu aku panik, kelabakan, karena lukisan itu tidak ada di tangan saya. Kenapa tidak ada di tangan saya? Ada sebab dan musabab. Aku orang rasional, tidak percaya takhayul. Tapi aku ingin tenang, tidak ingin perasaan terganggu oleh sesuatu yang tidak masuk akal. Maka aku titipkan lukisan gambar kucing itu ke Agus Aminanto, seniman nyentrik rumahnya di Kampung Ujung. Dia bersedia menyimpan lukisan kucing itu. Waktu terus berjalan dan kami melupakannya. Rupanya Agus Aminanto juga tidak menyimpan lukisan kucing S Yadi K. itu di rumahnya tanpa aku diberitahu. Belakangan dia baru ngaku kalau lukisan yang semula dia taruh di kamar tidurnya itu seperti menyedot perhatiannya terus-menerus. Agus baru sadar kalau ternyata dia juga merasa terganggu.

Aku tak tahu kenapa Papang Sapari seniman, yang juga pengacara itu “mengembalikannya” lagi, dan aku pun tidak bertanya. Padahal “kucing” itu sudah puluhan tahun ditangannya. Silakan tanya sendiri ke Papang. Ah. Kini aku mulai mikir, apakah tidak sebaiknya lukisan itu aku “pulangkan” saja ke pelukisnya, S. Yadi K?

Ada apa di balik gambar kucing itu? Lukisan tahun 1982. Warna cat lukisan itu mulai buram. Ditambah lagi dengan warna gelap. Kucing itu tampak samar sekali. Gambar kucing semakin samar. Seekor kucing yang duduk manis seperti tengah berzikir. Jadi tampak bukan kucing biasa. Boleh jadi lukisan ini salah satu karya S. Yadi awal, jejak-jejak lukisan realis dalam prosesnya sebelum menemukan bentuk karya sekarang yang mapan.
***

26 Juni 2020, Banyuwangi.

*) Fatah Yasin Noor, lahir di Banyuwangi tahun 1962. Puisi-puisinya dalam antologi API (Angkatan Penyair Indonesia, 1998). Esai-esainya bagai nyanyian ganjil -mengusung sesuatu yang nyaris tak tertangkap publik. Sajak-sajak tunggalnya terkumpul dalam buku “Gagasan Hujan” (PSBB, 2003), “Rajegwesi” (PSBB, 2009). Kumpulan catatannya yang unik dan panjang terhimpun dalam “Seribu Jalan Raya” (PSBB, 2011). Tulisannya tersebar di media-media massa nasional dan lokal, Kedaulatan Rakyat, Jawa Pos, Majalah Budaya Jejak dan Bali Post. Puisinya yang dimuat di koran Bali Post itulah yang menarik, waktu itu redakturnya Umbu Landu Paranggi. Tahun 1979, esainya yang kritis berjudul “Film Nasional, Sebuah Tanggapan” dimuat media sastra legendaris dan pertama kali di Banyuwangi, Kertas Budaya Jejak, besutan alm. Pomo Martadi dan Hasnan Singodimayan.
Fatah menempuh pendidikan menengah dan tinggi di Yogyakarta, -boleh jadi tradisi berpikir kritisnya terbangun dari sana. Di Banyuwangi, nyaris media sastra tidak lepas dari tangan dinginnya. Ia Pimred jurnal Sastra-Budaya Lembaran Kebudayaan, dan pernah mengomandani kelompok budayawan serta seniman yang menolak Dewan Kesenian Banyuwangi (DKB) tahun 2002. Ia bersama gerbong para budayawan “bawah tanah” sempat mendirikan DKB-Reformasi, sebagai tandingan DKB “pemerintah” bergaya Orba waktu itu. Gerak budaya yang dikerjakan sastrawan nyentrik ini tak bisa dianggap remeh, terbukti “gerbong” DKB-R produktif melahirkan karya-karya berkualitas secara berkala dan melakukan kajian sastra pula penulisan sejarah Banyuwangi. Tahun 1998, menjadi salah satu dari kelompok muda yang menghadirkan alm. W.S. Rendra di Gedung Wanita, Banyuwangi, dalam peluncuran buku puisi para penyair Jawa-Bali “Cadik”, sehari sebelum tumbangnya Soeharto! Di masa itu bukan main-main mengadakan kegiatan sastra yang kritis berhadapan dengan aparat. Di tahun itu juga, bersama penyair dan budayawan lain, ia mengemukakan sikap anti kekerasan menyoal peristiwa “santet” di Banyuwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *