Sandiwara Tak Akan Pernah Usai

Amien Kamil *

1.
H minus 8. Temperatur belum menentu, ada nada dasar yang harus dimainkan. Entrance, sesuai takaran dan emosi ruang tengah menancap ke presisi dan hindari polusi. Panggung seperti dunia yang terpusat dalam dirimu, memuai menebarkan aroma dan tercetak dalam kepalamu.

2.
“Awas, bila kau tak waspada wing samping kiri kan menelanmu!”
Asap dupa, langit menjelma dari balik jendela, malam turun, mata hitam srigala, dengus penarik layar, lelehan keringat, dry-ice, lampu fresnel membentuk bulan sabit dan dari kegelapan hutan bergerak menyelusup masuk kelambu membentuk ilusi yang baru. Sebentar lagi lampu-lampu susut dan layar pertunjukan kan menutup.

3.
“Waktu seringkali memburu, bila kau tak waspada lehermu kan kena tebas oleh tajamnya.” Setiap aktor tahu, setiap hari adalah hari baru. Sirine dan ambulance hanya sekedar suasana agar malam tak hanya diisi dengan denting toast gelas wine dan bir.

Dindon, bergeraklah, biarkan badanmu bicara. Kamu boleh menari salsa atau boogie woogie atau capoera.

4.
“Dante, tenangkan dirimu!
damaikan setan dan malaikat dalam pikiranmu. Perlu kau tahu, ideologi sering memisahkan kita mimpi dan penderitaan membuat kita bersama.”

Bila memang betul dunia adalah panggung kehidupan berarti sandiwara ini tak akan pernah usai.

2012

*) Amien Kamil, lahir di Jakarta 1963. Tahun 1983, sempat belajar di Sinematografi Institut Kesenian Jakarta. Tahun 1986-1996, bergabung dengan Bengkel Teater Rendra, terlibat dalam beberapa pementasan di kota-kota besar di Indonesia. Tahun 1988, ikut serta dalam “The First New York International Festival Of The Arts”, sempat juga mengikuti workshop di “Bread & Puppets Theatre” di Vermont, USA. Tahun 1990, pentas di Tokyo & Hiroshima, Japan. Tahun 1999, Tour Musik Iwan Fals di Seoul, Korea. Lighting Design untuk konser musik Iwan Fals hingga tahun 2002, pentas di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Tahun 2003-2005, kolaborasi dengan penyair Jerman Brigitte Oleschinski. Pentas multimedia di Berlin, Koln, Bremen dan Hamburg. Selain itu juga memberikan workshop teater di Universitas Hamburg, Leipzig dan Passau. Mengikuti International Literature Festival “Letras Del Mundo” di Tamaulipas-Tampico, Mexico.

Tahun 2006, Sutradara “Out Of The Sea”, Slavomir Mrozek, Republic of Performing Arts, Teater Utan kayu, Jakarta. Tahun 2007, Antologi puisi “Tamsil Tubuh Terbelah” terbit dan masuk dalam 10 besar buku puisi terbaik Khatulistiwa Literary Award 2007. Tahun 2008, Poetry Performing “Tamsil Tubuh terbelah”, kolaborasi dengan Iwan Fals, Oppie Andaresta, Irawan Karseno, Toto Tewel, Njagong Percusion, Republic of Performing Arts, di Teater Studio, Taman Ismail Marzuki. Tahun 2009, Pameran lukisan & Instalasi “World Without Word” di Newseum Café. Tahun 2010, Sutradara Performing Arts “Elemental”, kolaborasi dengan pelukis mancanegara, Jakarta International School. Tahun 2011, Sutradara “Sie Djin Koei”, Republic of Performing Arts, Mall Ciputra, Jakarta. Di bulan April, Sutradara & Perancang Topeng “Macbeth”, William Shakespeare, Produksi Road Teater, Gedung Kesenian Jakarta. Mei-Juni, Kunjungan Budaya ke Denmark, Germany dan Norway. Juli, Mengikuti “ International Culture Dance Festival 2011” Sidi Bel Abbes, Algier, North Africa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *