Dua Puisi Rakai Lukman

KEMBANG API DAN KEMBANG MIMPI

Kembang api di matamu, membawa kembang tidur di teras rumah, mekar digelayut dendang koplo bersama bising celoteh tetangga. Pesta pergantian tahun ala kampungan.

Kembang desa menimang kembang api, disilau kembang gugur malam buta. Kembang mimpi bergumul kembang gamang berseru pada langit-langit rumah. Dendang dangdut berubah celoteh pun cericit tikus desa. Alang-alang remaja merekam bising warung oplosan kopi campur teh diramu bersama penyedap rasa.

Kembang bintang-bintang kelap-kelip di ubun-ubun, suara-suara semakin berdentang tak beraturan. Malam meramu peristiwa karaoke. Kembang api adalah lesapan dan letusan kata-kata, kembang mimpiku mekar, tiba-tiba dilumat serigala malam dari percik gumammu.

Kalirejo, 31 Desember 2019

TASBIH ANGIN

Tarian dedaunan di naung mendung, tempias cahaya mekar mengecup kuncup bunga. Sungai-sungai kecil bersenandung, merapal tasbih angin, perayaan musim disulam ritus rerumputan.

Dinding-dinding rumah memantul gaung gesekan batang-batang bambu. Tubuhku merekam jejak, yang kumandang adzan merangkul kesiur angin.
Barisan kangkung bersahutan jawab, mendendang tahmid disambut kembang jambu juga kembang pepaya.

Dinyana genting, nyatanya denting melodia burung-burung digiring malaikat sembari dzikir. Menancap salawat di lembar maulid Nabi sepanjang zaman. Aku menghitung alpa, dan bertanya “kapankah bersimpuh di altar suciMu?”

Dukunanyar, November 2020


Rakai Lukman ialah nama pena Lukmanul Hakim, kelahiran Gresik 1983. Ikut berkecimpung di dunia kesenian semenjak SMA, berlanjut di Yogyakarta, lantas pulang ke kampung halaman. Di tanah kelahiran, masih ikut nimbrung di perhelatan alam estetika. Sempat nongkrong di Sanggar Jepit, Teater Eska, Roemah Poetika, Teater Havara, KOTASEGER (Komunitas Teater Sekolah Gresik), Gresik Teater, DKG (Dewan Kesenian Gresik), Lesbumi PCNU Gresik, dan Sanggar Pasir. Menjadi Guru SB di SMK Ihyaul Ulum, dan Guru BI di SMK al-Ihlas. Antalogi tunggal “Banjir Bantaran Bengawan.” Antalogi bersama, Kitab Puisi I Sanggar Jepit (2007), Burung Gagak dan Kupu-kupu (2012), dan Seratus Penyair Nusantara, Festival Puisi Bangkalan II, 2017. Juga terlibat riset dalam program pendampingan teater DKJT 2018, dan pengkajian sejarah lokal Desa Canga’an, Ujung Pangkah, Gresik 2019. Kini sedang mempersiapkan antalogi kedua, “Curhatan Bengawan” 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *